Site icon Berita Kota Makassar

Bangun Lapangan Futsal untuk Bantu Petani dan Nelayan

ADA banyak cara yang dilakukan kepala desa (kades) dalam membangun daerahnya. Mereka berinovasi sesuai kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Seperti yang dilakukan Ahmad, Kades Panyangkalan di Kabupaten Takalar.

DALAM kanal Youtube Berita Kota Makassar, Ahmad menuturkan bahwa salah satu isu krusial di awal pemerintahannya adalah masalah air bersih. Tiga tahun berjibaku dengan warga desanya, ia mampu menuntaskan persoalan tersebut.
Yang dilakukannya adalah membuat beberapa titik sumur bor. Air yang dihasilkan kemudian didistribusikan ke masyarakat. Pengelolaannya lalu diserahkan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Masyarakat pun akhirnya bisa menikmati air dengan harga sangat murah, yaitu Rp2.000 per meter kubik. Pengelolaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat itu menjadi sumber pendapatan desa.
Seiring berjalannya waktu, pemerintah Desa Panyangkalan kemudian membuat inovasi baru. Sebuah lapangan futsal eksklusif dibangun di kawasan kantor desa dengan mengusung konsep millenial.

”Kita sengaja membuat salah satu sarana olahraga berupa lapangan futsal, dengan pertimbangan bahwa Desa Panyangkalan ini tidak memiliki banyak sumber daya alam. Mayoritas penduduknya adalah petani. Panennya satu kali dalam setahun, karena sawahnya tadah hujan,” terang Ahmad.
Pembangunannya disepakati sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan desa dengan menarik orang dari luar guna membelanjakan uangnya di Panyangkalan. Harapan itupun berbuah hasil. Bukan hanya pemuda dan warga desa setempat yang memanfaatkan lapangan tersebut, tapi juga dari luar banyak berdatangan.
Gedung indoor untuk futsal ini dibangun secara bertahap. Dimulai tahun 2019 melalui dana desa, dan rampung di tahun 2021. ”Kita tidak bisa membangun sekaligus, karena biayanya cukup tinggi. Sementara banyak kebutuhan di desa yang perlu dibiayai,” ujar Ahmad lagi.

Pengelola lapangan ini terus mengembangkan usahanya. Di sekitar lapangan disediakan kafe guna memberi kenyamanan kepada pengunjung. Sembari antre menunggu waktu untuk bermain futsal, mereka bisa bersantai menikmati minuman serta berkaraoke.
Sebuah desain ke depan telah dibuat oleh Ahmad selaku kades. Dari hasil sewa gedung futsal ini nantinya akan dibentuk koperasi tani. Walau petani dan nelayan tidak bermain futsal di lapangan tersebut, mereka bisa menikmati hasilnya. Dengan ketentuan hasil pengelolaan sumber dana dari lapangan futsal dan dan kafe akan dikelola unit usaha yang koperasi tani.
”Koperasi tani nantinya akan memberi fasilitas pinjaman modal kepada kelompok petani dan nelayan tanpa bunga. Hal ini bisa menyelamatkan petani dari pinjaman yang berbunga tinggi. Pinjaman yang diberikan tidak dalam bentuk uang, tapi barang. Misalnya di musim tanam mereka butuh bibit dan pupuk, koperasi tani unit usaha BUMDes ini memberikan bantuan pinjaman berupa bibit dan pupuk. Nanti setelah panen mereka baru membayar tanpa bunga,” jelasnya.
Ahmad yang masa jabatannya akan berakhir 2022 mendatang, menjadikan sektor pertanian sebagai fokus perhatian dengan membangun infrastruktur pendukung, seperti jalan tani, pemberdayaan kelompok tani, pembagian alat pertanian, serta support pengadaan bibit. Hal yang sama dilakukan bagi kelompok nelayan, khususnya petani rumput laut. (*/rus)

Exit mobile version