BONE, BKM — Peristiwa bencana alam angin puting beliung melanda lima desa di Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone pada Minggu (18/10). Gegara musibah tersebut satu desa di pesisir laut rusak parah. Lima desa terdampak bencana yakni Desa Pattiro Sompe, Desa Malluse Tasi, Desa Pasaka, Desa Tunreng Tellue, dan Desa Bulie.
Camat Sibulue Andi Sainal Wahyudi saat melakukan pendataan terhadap warga mengatakan untuk Desa Pattiro Sompe ada 50-an rumah warga yang rusak parah.
“Kami bersama Danramil dan Bhabinkantibmas Kecamatan Sibulue baru saja melakukan penyisiran rumah warga yang berada di pesisir laut yang mengalami kerusakan parah akibat angin puting beliung. Data sementara 54 KK yang rumahnya rusak parah, ” ujar Andi Sainal.
Kerusakan lainya tambah Sainal belum didata dan Pemdes sedang melakukan pendataan. Tak hanya rumah warga yang rusak tapi juga banyak perahu nelayan yang juga rusak parah. Rumput laut dan tempat penjemurannya juga hancur dihantam angin puting beliung, untuk kerugian materil ditaksir Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.
Sejumlah korban yang ditemui mengatakan kejadiannya sekitar pukul 23.00. Pada saat itu terjadi petir dan kilat beberapa kali lalu terdengar suara gemuruh dari arah pesisir menuju perkampungan warga.
Bahkan parahnya lagi, ketinggian ombak mencapai dua meter hingga air masuk ke rumah-rumah warga yang berada di bibir pantai.
“Saat itu kami sekeluarga berada di dalam rumah, kemudian terdengar petir beberapa kali, saat mendengar suara gemuruh dari arah timur, kami semua berlari keluar rumah karena khawatir akan terjadi tsunami, kami semua berlari ke atas bukit meninggalkan rumah, ” ungkap Ahmad.
Selain angin kencang, hujan deras juga terjadi dan sejumlah pohon besar tumbang dan menimpa kabel listrik sehingga aliran listrik terputus dan hingga saat ini belum menyala.
“Selama saya tinggal disini kurang lebih 50 tahun, ini pertama kalinya terjadi di daerah ini, biasa sering terjadi angin kencang tapi kami tidak pernah panik, baru kali ini kami merasa sangat panik, dan harus meninggalkan rumah, ” jelas warga. (man/C)

