MAKASSAR, BKM — Tahun depan, Pemerintah Kota Makassar akan fokus pada kegiatan infrastruktur dan pemulihan ekonomi masyarakat. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, untuk komposisi KUA/PPAS untuk APBD Pokok 2022, hampir 30 persen anggaran akan dialokasikan untuk belanja modal.
Dia memaparkan, Pemkot Makassar akan mengalokasikan sekitar Rp900 miliar dari APBD 2022 untuk infrastruktur. Angka itu naik tiga kali lipat dari alokasi anggaran infrastruktur tahun ini.
Proyek-proyek infrastruktur yang bakal dikerjakan tahun depan diantaranya seperti penataan Goverment Centre, Sirkuit, penataan Pantai Losari, call Centre, water front, dermaga-dermaga di pulau, dan beberapa proyek lainnya.
Dia berharap, semua yang direncanakan bisa berjalan dengan baik. Terutama untuk pembangunan Goverment Centre dan sirkuit.
“Goverment Centre saya maunya, targetkan satu tahun bisa selesai. Sirkuit juga begitu,” ungkap Danny saat ditemui di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Selasa (19/10) malam.
Danny mengatakan, Goverment Centre harus dirampungkan segera, karena nantinya akan menjadi pusat pelayanan publik. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait dengan pelayanan publik, nantinya akan dipindahkan ke sana. Rencananya, Goverment Centre tersebut bakal dibangun di sekitar kawasan Taman Macan.
Sementara untuk arena balap motor atau sirkuit rencananya dibangun di kawasan Untia. Danny mengatakan, sirkuit itu dihadirkan untuk kegiatan anak muda.
“Perkelahian di jalan, perkelahian kelompok itu karena tidak ada kesibukannya. Urgensinya kasih kesibukan itu anak-anak. Salah satunya, yah kita hadirkan sirkuit untuk mereka,” tambah Danny.
Untuk pemulihan ekonomi, lanjutnya, Pemkot Makassar akan fokus pada UMKM dan investasi.
“Konsentrasi ke UMKM karena peluangnya untuk membuka lapangan kerja baru sangat besar. Termasuk sektor investasi. Kenapa harus buka lapangan kerja yang sebesar-besarnya? Supaya warga bisa sibuk kerja. Kalau orang ada kerjanya, orang tidak perang kelompok. Ekonomi ini motifnya. Itumi kenapa saya konsentrasi di beberapa program. Ini obatnya sekarang. Karena tidak ada pekerjaannya baku tikammi, baku tobo’, tidak ada juga olahraga sama kesibukannya, sembarangmi cari lawanmi. Biar temannya ditikam. Itu harus dilihat tanda-tandanya. Jadi harus cepat,” jelas Danny.
Diapun berharap dukungan seluruh OPD untuk menyukseskan seluruh program yang direncanakan. “Jadi saya ingkatkan, untuk APBD Pokok tahun depan, OPD jangan egosentris, mau-maunya sendiri. Padahal kan kita sudah punya RPJMD. Ini mau diperbaiki,” tandasnya. (rhm)
