MAKASSAR, BKM — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level Dua masih berlangsung di Kota Makassar saat ini. Seiring dengan penurunan status dari level empat ke level dua, kebijakan pelonggaran untuk berbagai bidang usaha pun telah dikeluarkan. Salah satunya untuk bioskop.
Kapasitas tempat duduk di dalam bioskop sudah bisa diisi sebanyak 70 persen. Jarak tempat duduk penonton sudah tidak lagi seperti dulu. Walau begitu, pengelola tetap diminta untuk menerapkan protokol kesehatan.
Pengelola bioskop CGV yang beroperasi di Mall Panakkukang menerapkan prokes tersebut secara ketat. Bahkan, seluruh karyawan diwajibkan untuk menjalani vaksin sebelum masuk bekerja. Selain itu, ruangan bioskop rutin disemprot desinfektan. Begitu pula tempat duduk penonton, selalu dilap menggunakan kain khusus guna mencegah penyebaran corona.
”Pemerintah Kota Makassar telah memberikan kebijakan kepada pengelola bioskop untuk beroperasi. Seiring dengan itu, kami berusaha menerapkan protokol kesehatan, baik kepada karyawan maupun penonton,” ungkap Asep Irwan, Sinema Manager CGV Bioskop dalam siniar (podcast) di kanal Youtube Berita Kota Makassar.
Ia menyebut, di awal pandemi Maret 2020 pengelola bioskop merasakan dampaknya. Semua harus tutup, sehingga pengelola tidak bisa berbuat apa-apa. Akhir tahun, di bulan September ada perbaikan kondisi pandemi. Pada bulan Oktober bioskop sudah diperbolehkan buka, namun dengan sejumlah pembatasan.
”Kami berterima kasih ke pemkot karena akhirnya kami bisa buka. Meski banyak pembatasan, tapi orang sudah bisa menontorn” ujar Asep.
Hanya saja situasi itu tidak berlangsung lama. Juni 2021 gelombang kedua pandemi covid-19 datang melanda, dengan kondisi yang lebih parah. Beruntung, situasi tersebut tidak berlangsung lama. September 2021 bioskop kembali diperbolehkan buka dengan memberikan pelonggaran-pelonggaran. Namun, anak-anak usia di bawah usia 12 tahun belum diperbolehkan datang untuk menonton. Kebijakan ini berlaku hingga 8 November mendatang. Penonton yang usia remaja dan dewasa juga sudah harus divaksin.
”Peran pemkot sangat bagus. Kami pengelola masih terus menunggu kabar baiknya. Semoga tidak lama lagi semua kembali normal,” imbuhnya.
Di bagian lain wawancara, Asep Irwan juga menjelaskan tentang bioskop CGV. Bioskop berjaringan ini pertama kali buka di Bandung tahun 2006. Selanjutnya berkembang ke Jakarta, hingga masuk ke Makassar. (*/rus)
