Site icon Berita Kota Makassar

Harus Diperlakukan Lebih Khusus

KETUA Komisi D DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir mengingatkan kepada pemkot Makassar untuk tetap mengetatkan protokol kesehatan saat dimulainya PTM jenjang SD. Sebab potensi meningkatnya penyebaran covid-19 tetap ada dalam pelaksanaan PTM ini.

PTM tingkat SD yang akan dilaksanakan awal November ini, dikatakan Wahab, harus diberikan perhatian khusus, terutama oleh Dinas Pendidikan. Selain menekankan soal protokol kesehatan ketat, pemerintah harus berhati-hati dalam penerapannya.

“Potensi kasus Covid-19 anak tetap ada. Jadi penerapan PTM terhadap SD harus diawasi secara khusus oleh Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Wahab pun meminta supaya simulasi PTM ti ngkat SD ini diterapkan hanya pada kelas V dan VI saja terlebih dahulu. Hal ini terkait faktor psikologi para siswa maupun orangtua.

“PTM SD memang harus diperlakukan lebih khusus, lebih hati-hati. Kita minta yang diutamakan itu kelas V dan VI saja dulu. Nanti kalau sudah aman baru boleh kelas lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sulsel Rudiyanto Lallo memgatakan pemerintah kota harus menyediakan tes covid sebelum siswa masuk sekolah. Apakah itu tes antigen ataukah PCR.

Hal itu sebagai salah satu cara memastikan bahwa yang masuk sekolah ini adalah orang yang betul-betul sehat.

“Tetapi menurut saya, tanpa tes pun harusnya sudah dicoba (PTM). Karena yakin dan percaya yang datang ke sekolah pasti siswa yang sehat jasmani dan rohaninya. Terbukti kan selama ujicoba ini tidak ada klaster baru,” terangnya.

Rudianto mengakui, selama ini telah banyak yang merindukan PTM. Apalagi ia menganggap pembelajaran daring kurang efektif.

“Selama ini daring tidak efektif, menurut saya. Karena tidak semua anak-anak kita bisa mengikuti pembelajaran daring. Tidak semua anak-anak kita mampu beli kuota, punya HP, dan sebagainya,” papar Rudianto.

Apalagi bagi murid SD. Karena itu, menurut Rudi, memang sudah seharusnya ada kombinasi bermain dengan pembelajaran di sekolah. Sehingga jika PTM dibuka secara keseluruhan, antusiasme murid akan sangat luar biasa.

“Begitupun dengan orangtua, pasti senang. Karena orangtua di rumah belum tentu bisa menjadi guru yang baik untuk anak-anaknya. Sehingga dengan dibukanya PTM, tentu mereka sangat bersyukur dan antusias,” tandasnya. (nug)

Exit mobile version