Site icon Berita Kota Makassar

Awalnya Ikut Model untuk Kembalikan Percaya Diri

USIANYA kini baru menginjak 16 tahun. Walau masih belia, Valencia Cristina telah mencatatkan prestasi yang membanggakan. Ia kini menyandang predikat sebagai Puteri Remaja Indonesia Sulsel 2021. Selanjutnya akan tampil di Jakarta untuk ajang serupa pada level nasional. Seperti apa persiapannya?

MENGENAKAN mahkota khusus di kepala dan selempang Putri Remaja Indonesia Sulsel 2021, Valen –begitu gadis remaja ini disapa– tampil di siniar (podcast) untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar. Dengan menggunakan bahasa Inggris, ia berkisah tentang awal mula terjun di dunia model hingga bisa seperti sekarang.
Lahir di Makassar 7 Juli 2005, Valen mulai latihan di usia 12 tahun. Ketika itu ia join dengan Runway by Chika Mailoa.
”Aku pikir sepertinya aku ikut itu karena kebetulan. Aku punya teman yang merupakan kerabat Chika Mailoa. Jadi, dia undang aku karena Chika Mailoa baru saja buka kelas dan dia ajak aku untuk join. Aku kira dia juga bakal ikut join bareng aku,” tuturnya.

Ketika datang ke kelas bersama Dhika untuk tes ketika itu, Valen meminta ke mamanya untuk persiapan. Namun, sang ibu tidak mengerti tentang model. Belum mengerti tentang catwalk.
”Jadi aku ke kelas itu dengan barang seadanya. Aku pakai heels pesta, tank top biasa dan legging. Masuk, audisi. Kita audisi karena waktu itu kelas first batch gratis. Waktu masuk, aku dan temanku enjoy. Tapi ternyata dia tidak tertarik sama sekali. Setelah dua pertemuan dia tinggalin aku. Aku tinggal sendiri dan nanti ada kandidat lain dan aku tidak sendiri lagi,” jelasnya.
Valen sempat selama tiga bulan. Setelah itu dirinya vakum. Ia tidak ikut modelling dan semacamnya, karena dikira awalnya itu kelas gratis dan dirinya hanya ingin join. Namun kemudian, Chika Mailoa menemui TSM Icon Kids 2018. Saat itulah Valen mulai walaupun lebih ke hiburan dari pada akademik.
”Waktu join, aku ngga tahu apapun. Aku pakai barang seadanya. Aku ngga tahu kalau harus tampil begitu cantik, begitu mewah. Aku join dengan sendirinya. Aku minta mama untuk antar aku ke mall tempat lombanya digelar. Aku bawa barang yang aku punya. Aku ngga beli barang baru. Aku ngga beli barang yang aku kira ngga perlu. Aku masuk dengan baju dan sepatu pestaku dan lakukan apa yang menjadi keahlianku dan itu adalah public speaking. Aku memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris. Setidaknya beberapa dari kami dan aku mulai catwalk, tapi aku tahu kalau itu bukan keahlian aku,” terang Valen.
Ada alasan yang diungkap Valen hingga memilih terjun di dunia model. Ternyata, waktu masih duduk di bangku SD dirinya sempat menjadi sasaran perundungan (bully). Dengan model, ia ingin mendapatkan kembali rasa percaya dirinya.
”Karena aku ngga punya kepercayaan diri selama enam tahun karena aku ngga terlalu peduli. Aku ingin join menjadi anak populer, tetapi ngga sesuai dengan kebiasaan aku. Jadi aku join untuk melihat apa aku bisa dapat kepercayaan diri aku kembali,” ungkapnya.
Pada ajang yang diikutinya ketika itu, Valen berakhir di semifinal. ”Itu yang terbaik dan bisa aku dapat. Karena kompetisiku itu sekitar 8 atau 9 tahun, dan aku umur 13 kala itu. Anak-anak sangat imut dengan gaun mereka yang besar, pakaian mereka yang mewah. Sedangkan aku hanya punya apa yang ada di lemari. Saat kita kembali ke mobil, mama bilang ke aku, Valen, mama tahu sekarang. Mama tahu bagaimana ini sekarang, mama mulai mempelajarinya,” jelas Valen lagi.

Siapa sangka, setelah itu Valen bilang sesuatu ke mamanya. ”Aku bilang ke mama, aku udah ngga mau lagi. Aku hanya mulai untuk mendapatkan kepercayaan diri aku, dan aku rasa aku sudah berhasil mendapat itu dengan berjalan di atas panggung. Mencoba untuk melawan demam panggungku dan aku berhenti,” imbuhnya.
Tidak lama berselang, Valen mendapat kabar tentang TSM Ikon Kids yang menyelenggarakan lomba Putri Remaja Indonesia Sulawesi Selatan 2020. ”Aku beritahu mama bahwa aku diinfokan tentang adanya kompetisi ini. Mamaku tanya kenapa aku ngga ikut, padahal ini adalah kesempatan besar dan aku tetap menolak. Aku agak ragu karena terakhir kali join aku ngga suka. Aku suka kepercayaan diri yang aku dapat, tapi aku tidak suka kalau aku kalah. Aku adalah orang yang sangat kompetitif dan ketika aku kalah, aku sangat terpuruk. Jadi aku tidak mau join. Aku hanya ingin join di keahlianku saja,” cetusnya.
Namun, sang mama mendaftarkan Valen tanpa memberitahu anaknya. Ia hanya menyampaikan ke Valen kalau ia akan ikut kompetisi.

”Saya mengikutinya dengan setengah hati. Aku hanya lakukan saja dan aku tidak bisa bilang kalau aku berusaha sepenuhnya. Aku hanya lakukan yang aku bisa tanpa adanya usaha lebih. Mamaku baik banget. Dia beli dress dan heels baru untuk aku, dan itu rasanya lucu karena aku tidak meminta. Dia hanya membawa aku ke butik dan menyuruh aku untuk mencoba beberapa gaun dan beritahu yang mana yang aku suka. Aku lakukan, tapi aku bingung ingin digunakan untuk apa. Mama beli enam atau tujuh gaun awalnya,” beber Valen.
Ketika join di ajang ini, Valen merak percaya diri. Karena ia memakai gaun yang cantik, serta heels yang bagus. Dia pun percaya diri untuk berjalan di atas panggung dan bisa berkompetisi dengan yang lain. Termasuk tantangan lain, public speaking, catwalk, media. Sejak saat itulah karir Valen mulai melejit. Dia pun semakin serius menggelutinya.
Valen pernah masih Top 10 dengan gelar inteligensia, dan diundang ke Indonesia’s Girl tahun 2020. Hanya saja ia tidak ikut karena maraknya pandemi dan jumlah korban yang tinggi di Jakarta.
”Ayah tidak mengizinkan aku untuk pergi berkompetisi. Berhenti di situ. Ikut ajang lain. Samapi aku diundang kembali ke Puteri Remaja Indonesia Sulawesi Selatan 2021. Saat itu aku kerahkan semua kemampuanku. Melakukan catwalk, public speaking, melihat apa aku bisa berkompetisi dengan yang lain dan puji Tuhan, aku lolos. Mama belum berhenti mendukung dan setiap kali aku ingin berhenti, mama akan bilang jangan berhenti di tengah jalan karena. Karena tahu kamu suka melakukan ini. Hanya saja kamu belum percaya diri dengan kemampuan kamu untuk berkompetisi. Ini cara mama memberikan kamu kesempatan yang tidak mama dapatkan dulu,” jelasnya.
Siswa kelas III SMA ini pun mulai mengerti dan mengerahkan kemampuan seutuhnya. Melakukan yang terbaik dan berhasil mendapat hasil. ”Terima kasih mama. Aku berharap bisa membuat mama bangga di tahun-tahun yang akan datang,”
ujar Valen. (*/rus)

Exit mobile version