MAKASSAR, BKM — Pemerintah Pusat menghilangkan cuti natal dan tahun baru di 2021 ini. Penghapusan cuti bersama tersebut tertuang dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, nomor 712 tahun 2021, nomor 1 tahun 2021, serta nomor 3 tahun 2021 tentang hari libur nasional dan cuti bersama 2021..
Tiga menteri yakni menteri agama, menteri ketenagakerjaan, dan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Menpan RB).
Hal itu telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, dimana pemerintah memutuskan mengubah dua hari libur nasional dan meniadakan satu hari libur cuti bersama.
Alasan penghapusan cuti bersama saat natal dan tahun baru untuk mengantisipasi meningkatnya laju penyebaran virus covid-19 akibat mobilisasi masyarakat.
Seperti diketahui, momen libur panjang kerap dimanfaatkan warga untuk berlibur, keluar daerah, atau pulang kampung.
Dikhawatirkan, gelombang ketiga pandemi covid-19 bisa terjadi akibat tingginya mobilitas saat cuti bersama.
Dikonformasi terkait penghapusan cuti bersama natal dan tahun baru, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, Andi Siswanta Attas, mengatakan, kebijakan itu baru tertuang dalam SKB 3 Menteri.
Sejauh ini, belum ada surat edaran resmi dari Kemenpan RB yang mengatur teknis soal penghapusan cuti bersama.
Namun, jika sudah ada surat edaran resmi yang ditujukan ke Pemerintah Kota Makassar, pihaknya otomatis harus menjalankan perintah tersebut.
“Itu baru Menko PMK mengingatkan, kita masih tunggu edaran dari Kemenpan RB,” kata Andi Wanta.
Kekhawatiran akan munculnya gelombang ketiga penyebaran covid memang cukup beralasan. Sejumlah ahli epidemiologi memang sudah mengingatkan hal itu.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan kendati kasus covid-19 semakin menurun di Makassar, namun masyarakat harus senantiasa waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Karena dikhawatirkan munculnya serangan gelombang ketiga seperti yang terjadi di Singapura.
Sejumlah ahli juga minta masyarakat mewaspadai munculnya gelombang ketiga yang diperkirakan bisa terjadi Desember mendatang jika masyarakat terlena dan tidak mewaspadai covid-19 lagi. (rhm)

