MAROS, BKM — Jambore Ranting (Jamran) 14 kecamatan se-Kabupaten Maros akhirnya rampung. Jamran ini dilaksanakan secara maraton sejak Agustus 2021 di Kecamatan Maros Baru dan berakhir dengan spektakuler di Kecamatan Turikale.
Pelaksanaan Jamran bertema ‘Pramuka Milenial Itu Keren’ dilakukan masing-masing pengurus Kwartir Ranting secara maraton itu selama empat hari dan secara terus menerus. Kegiatan ini dibuka Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Maros, Hj Suhartina Bohari.
Pada pelaksanaan pembukaan Jamran Turikale sekaligus penutupan Maraton Jamran se 14 kecamatan di Bumi Perkemahan Kampung Pramuka, Buloa, Kecamatan Turikale, hadir Ketua Harian Kwartir Daerah Pramuka Sulsel, Haris Yasin Limpo dan Bupati Maros, Chaidir Syam yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Pramuka Maros.
Ketua Kwarcab Maros, Suhartina Bohari, mengatakan, Jamran Turikale tersebut adalah yang ke-14 atau terakhir dari seluruh rangkaian Jambore Ranting se-Kabupaten Maros. Juga salah satu program kerja Kwarcab Maros paskapelantikannya pada bulan Mei lalu.
”Perlu kami laporkan kepada Kakak Ketua Harian Kwarda Sulsel dan Kakak Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Maros, sejak diterbitkannya SK Kepengurusan Kwarcab Maros pada bulan Mei lalu, telah dilaksanakan musyawarah ranting di seluruh kecamatan. Kemudian orientasi kepramukaan bagi seluruh ketua Mabigus se-Kabupaten Maros. Ini baru pemanasan,” ujarnya Hati, sapaan akrab Suhartina Bohari, Sabtu (24/10).
Hati yang juga wakil bupati Maros perempuan pertama itu melanjutkan, gagasan Jamran itu disepakati melalui sidang paripurna andalan Kwarcab Maros. Kemudian bersama seluruh Kwartir Ranting se-Kabupaten Maros dengan tujuan untuk menggairahkan kembali giat kepramukaan yang nyaris vakum selama kurun waktu 2 tahun terakhir dikarenakan pandemi.
”Kurang lebih 400 orang andalan ranting dan Mabiran, 400 ketua Mabigus, sekitar 500 panitia pelaksana, 600 pembina pendamping, serta seluruh instansi dan lembaga yang telah memberikan sumbangsih yang sangat besar dalam mensukseskan Jambore Ranting bagi 3.547 orang peserta adik-adik penggalang se-Kabupaten Maros,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Harian Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan, Haris Yasin Limpo, memberikan apresiasi kepada Kwarcab Maros yang dengan sangat hati-hati terus berkegiatan di tengah pandemi. Apalagi menurutnya, jambore itu sendiri adalah pesta para peserta didik untuk saling bertemu, saling berkenalan, saling bertukar pengalaman.
Tak hanya itu, tambah Haris, pelaksanaan Jamran yang dilakukan ketua Kwarcab Maros secara maraton juga diakui pertama dilakukan se Sulawesi Selatan. Bahkan se-Indonesia. ”Saya tidak tahu, ini ketua Kwarcab apakah beliau pakau dua mesin. Kok aktif sekali. Saya heran juga. Maksudnya bisanya yah (melaksanakan Jamran Maraton 14 kecamatan), ini ketua Kwarcab sangat luar biasa,” ungkapnya. (ari/c)

