Site icon Berita Kota Makassar

MB Dukung Unhas Tindaklanjuti Penelitian Dangke

ENREKANG, BKM — Kabupaten Enrekang dianugerahi berbagai jenis kuliner yang tidak hanya lezat tapi juga kaya manfaat. Salah satunya dangke, makanan khas yang terbuat dari susu. Dangke disebut bermanfaat untuk ibu hamil.
Salah satu dosen di Makassar, Rika Riyandani, telah menuntaskan penelitian terkait manfaat dangke. Kini, penelitian berjudul “Efektivitas Kerupuk Dangke Terhadap Peningkatan Asupan Gizi dan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Anemia di Kabupaten Enrekang tengah ditindaklanjuti tim dari Unhas.

Rika meyakini, kearifan lokal Enrekang dapat meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan khususnya ibu hamil. Penelitiannya telah dipublikasi pada Jurnal Internasional yang terindeks SCOPUS. Sebagai informasi, jurnal yang terindeks SCOPUS adalah idaman setiap peneliti.
Penelitiannya mengungkapkan kerupuk dangke mengandung zat gizi yang tinggi. Teruatama protein yang berperan penting dalam metabolisme zat besi. Zat besi ini sangat berpengaruh dalam proses pembentukan hemoglobin dalam tubuh untuk mencegah anemia.
“Sayangnya kerupuk dangke yang terjual di pasaran tidakmenempatkan dangke sebagai bahan pokok melainkan sebagai bahan/komposisi pelengkap. Untuk itu dibuatlah suatu formula/resep kerupuk dangke yang mengandung jumlah zat gizi yang lebih tinggi. Terbukti meningkatkan kadar hemoglobin darah ibu yang menjadi indicator seorangibu anemia atau tidak,” urai Rika.

Pascasarjana Unhas lantas tertarik. Rika tidak menyangka penelitiannya mendapat perhatian terpelajar dari Unhas. “Semoga dengan niat ini lahirlah kreasi dan inovasi olahan dari dangke sebagai makanan khas Enrekang yang kaya akan gizi, dan menghantarkan dangke sebagai oleh-oleh khas Enrekang yang dikenal di skala nasional maupun internasional,” jelasnya.

Tim PPs Unhas Jurusan S2 Kebidanan dipimpin Mardiana Ahmad tiba di ke Enrekang sejak JUmat pekan lalu. Mereka meminta izin langsung dari Bupati Muslimin Bando, untuk menindaklanjuti hasil penelitian tersebut.
“Asupan gizi yang cukup pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan, red) sangat penting guna mencegah stunting. Mengingat angka stunting yang cukup tinggi. Karena itu kita berharap bisa membantu lewat beberapa kegiatan,” kata Mardiana.
Mereka ingin menjadikan dangke dan olahannya menjadi peta penelitian mahsiswa S2 kebidanan hingga tahun 2024. Ini akan dilakukan di kecamatan Cendana sebagai daerah binaan. (her/C)

Exit mobile version