Site icon Berita Kota Makassar

Pemberlakuan Hasil Tes PCR Pengaruhi Jumlah Penumpang di Bandara

MAKASSAR, BKM — Pemerintah resmi memberlakukan ketentuan hasil tes PCR bagi penumpang pesawat dari dan menuju Jawa dan Bali, Minggu (24/10). Pemberlakuan ketentuan hasil tes PCR ini, tentunya telah berpengaruh terhadap jumlah pengumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
”Pengetatan penggunaan PCR di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, tentunya mengakibatkan penurunan jumlah penumpang,” kata General Manager Angkasa Pura I, Wahyudi, Selasa (26/10).
Wahyudi mengatakan, dalam dua hari pemberlakuan PCR sebagai syarat terbang ke Jawa dan Bali serta wilayah PPKM level 3 dan 4, jumlah penumpang bandara menurun menyentuh angka 20 persen.
”Baru dua hari saja ini sudah mengalami penurunan. Dari yang sebelumnya jumlah penumpang berada diangka 25 ribu, turun diangka 19 ribu, ada penurunan sekitar 20 persen,” lanjutnya.
Selain penurunan jumlah penumpang, tambah Wahyudi, pemberlakuan PCR ini juga berdampak pada jumlah pergerakan pesawat dan kargo.
”Pergerakan pesawat biasanya diangka 212, menurun di angka 179. Dan kargo dari 256.597 Kg menurun menjadi 166.304 Kg,” katanya.

Terkait permintaan Jokowi mengenai penurunan harga PCR menjadi Rp300 ribu yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers usai rapat terbatas evaluasi PPKM, Senin (25/10), Wahyudi mengatakan, pihaknya masih menunggu aturan resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
”Terkait penurunan harga PCR, ini kan baru perintah Jokowi. Kami masih menunggu aturan resmi dari Kemenkes. Biasanya vendor akan menyesuaikan seminggu atau dua minggu jika aturannya resminya sudah dikeluarkan,” terangnya.

Ia pun berharap wacana penurunan harga PCR bisa teralisasi. Sehingga, dapat mengurangi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan.
”Harapannya sih ada penurunan harga PCR. Kalau ada keringanan biaya PCR, kemungkinan akan ada kenaikan jumlah penumpang. Tapi jika masyarakat masih merasa berat biaya tes, kan susah juga. Nanti lah setelah ada penurunan harga, akan dievaluasi apakah ada kenaikan penumpang atau tidak,” sebutnya. (ari/c)

Exit mobile version