MAKASSAR, BKM — Tahun ini, Pemerintah Kota Makassar melakukan rehabilitasi 46 ruas jalan dengan jenis pengerjaan betonisasi dan aspal. Total anggaran yang disiapkan untuk perbaikan puluhan ruas jalan tersebut sekitar Rp66,7 miliar.
Proses pengerjaan dan perbaikan jalan-jalan tersebut ditargetkan bisa rampung secara keseluruhan pada 30 Desember mendatang.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, Tajuddin Beddu, mengatakan, secara keseluruhan, pengerjaan 46 ruas jalan tersebut terbagi dalam 10 paket.
“Jadi spesifikasinya ada yang diaspal dan ada juga yang dibeton,” ungkap lelaki yang akrab disapa Taju tersebut.
Dia optimistis proses pengerjaan jalan-jalan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Makassar bisa diselesaikan tepat waktu.
“Kalau betonisasi itu membutuhkan waktu 28 hari. Kalau aspal hanya dua hari sudah bisa rampung tiap ruasnya dan bisa langsung dilalui,” tambahnya, Kamis, kemarin.
Khusus untuk Jalan Metro Tanjung Bunga, saat ini sudah sementara proses pengerjaan.
Taju optimistis sudah bisa dirampungkan Desember mendatang.
Dia menyampaikan saat ini sudah ada bisa dibuka cuman takutnya ada kendaraan berat atau truk melaluinya. Sehingga untuk maksimal itu nanti pada awal Desember.
Pengerjaan jalan ini menjadi salah satu prioritas Dinas PU dalam penyerapan anggaran. Sebab hingga triwulan ketiga,
realisasi proyek berjalan lamban. Kinerjanya masih di bawah 20 persen. Kedua terendah dari semua OPD di Pemkot Makassar.
Bahkan triwulan ketiga, realisasi fisiknya hanya 15,58 persen. Sedangkan realisasi keuangan baru mencapai 14,13 persen atau sekitar Rp94,37 miliar dari total pagu anggaran Rp668,03 miliar.
Plt Kepala Dinas PU Makassar, Hamka tidak menampik kondisi tersebut. Meski begitu, dia mengaku optimistis bisa mengejar target realisasi hingga 90 persen di akhir 2021.
Apalagi, kata Hamka, sejumlah proyek besar sementara berjalan. Seperti betonisasi Jalan Metro Tanjung Bunga dengan nilai kontrak Rp87,85 miliar.
Proyek pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri Makassar Rp30,27 miliar, serta pengerjaan jalan dan drainase yang sudah memasuki proses lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
“Kita berharap semua proyek yang dilelang selesai tahun ini. Target kita realisasi proyek di Dinas PU Makassar bisa sampai 90 persen,” kata Hamka, kemarin.
Hamka menjelaskan minimnya serapan anggaran dikarenakan ada penyesuaian program di Dinas PU dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Makassar 2021-2026.
“Kalau normalnya itu nanti 2022, karena tahun ini program kita masih harus menyesuaikan dengan RPJMD. Makanya setelah ketuk palu perubahan, kita langsung jalan semua program,” ujar dia.
Dinas PU Makassar juga diketahui merupakan salah satu OPD yang anggarannya direfokusing. Sehingga ada sejumlah proyek yang harus dipangkas dan tidak berjalan.
“Anggaran kita di pokok itu ada sekitar Rp800 miliar, tapi setelah direfokusing tinggal Rp600 miliar lebih. Itu sudah termasuk belanja pegawai,” tuturnya. (rhm)
