BONE, BKM — Tim Sar Gabungan Basarnas, BPBD, SAR Brimob, Satpol PP dan sejumlah potensi dari mahasiswa dan KPA berhasil menemukan nenek Suhera (85) warga Dusun Soga Desa Kanco Kabupaten Bone, Kamis (28/10). Nenek Suhera ditemukan sudah dalam kondisi tewas di Sungai.
Pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR dibantu masyarakat setempat berlangsung selama lima hari. Sebelumnya oleh keluarganya mengaku nenek Suhera dilaporkan hilang sejak Minggu (24/10) lalu.
Kronologisnya berawal nenek Suhera diduga pergi ke kebunnya yang terletak sekitar 300 meter dari rumahnya untuk mencari kayu bakar. Korban diketahui sudah dalam kondisi sangat tua dan sedikit pikun. Kadang ketika dia berangkat ke kebunnya dia kadang lupa jalan pulang.
“Sebenarnya ibu saya sudah beberapa kali dicari karena kadang lupa jalan pulang saat ke kebun. Tapi kali ini dia pergi dan tidak ada yang temukan padahal sudah dicari beberapa hari,” ujar, Lawing, anak korban.
Pada saat kejadian dirinya pergi meninggalkan rumah ke kebun sementara ibunya hanya sendiri di rumah, karena kebetulan mereka hanya tinggal berdua di rumah itu.
Saat kembali dari kebun, Lawing sudah mendapati rumahnya dalam keadaan kosong dan pintu rumah tertutup rapat, namun saat itu dia belum mencari ibunya karena menganggap ibunya berada di keun yang tidak jauh dari rumahnya.
Setelah itu, Lawing berangkat ke kota. Menjelang magrib dan pulang ke rumah masih belum melihat ibunya. Lawing pun langsung berangkat ke rumah saudaranya karena menduga ibunya ada disana.
Setelah tiba disana ternyata ibunya tidak ada, Lawing pun kembali ke rumahnya dan menyampaikan ke warga kalau ibunya hilang.
“Ibu saya sempat dilihat tetangga di bawah rumah sekitar pukul 11:00 siang, kemudian setelah itu dia pergi dan tidak ada yang melihatnya lagi,” tambahnya.
Saat malam hari warga setempat pun langsung melakukan pencarian di sekitar kebunnya tapi tidak berhasil ditemukan. Pencarian pun dilanjutkan pada hari senin dan tetap saja belum ditemukan, anak korban pun langsung melaporkan kejadian itu ke Basarnas.
Setelah menerima laporan dari keluarga Tim SAR gabungan pun berangkat ke TKP pada hari selasa pagi dan langsung melakukan pencarian di sekitar kebun dan hutan yang berada tak jauh dari rumah korban, namun saat itu masih saja belum ditemukan.
Tim SAR pun melakukan pencarian hari kedua yaitu pada hari rabu, dengan memperluas wilayah pencarian namun hasilnya tetap sama bahkan tak sedikitpun tanda-tanda yang ditemukan saat itu.
Koordinator Tim Sar gabungan dipimpin Koordinator Pos SAR Bone Mukti Ali melanjutkan pencarian pada hari kamis pagi dengan tujuan lokasi pencarian yang berada di sepanjang sungai Desa Kanco menggunakan perahu karet.
Setelah mencari beberapa meter di aliran sungai, korban akhirnya berhasil ditemukan mengapung diatas permukaan air, Tim SAR pun langsung melakukan evakuasi.
“Korban akhirnya berhasil ditemukan pagi tadi, dua hari kemarin kami memang fokus mencari di darat namun tidak ada hasil,”Kata Mukti Ali.
Menurut Mukti, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sementara terapung di air. Kondisi tubuhnya membengkak dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Korban langsung dievakuasi lalu diserahkan ke pihak keluarga.
(man/C)
