GOWA, BKM — Produksi padi Kabupaten Gowa hingga pertengahan Oktober telah mencapai 49.801 hektare dengan reata-rata produktivitas hingga 6 ton per hektare. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Gowa, Nurliyah Djamir usai mengikuti peringatan Hari Pangan Sedunia di Peace Room A’Kio kantor bupati Gowa yang dilaksanakan secara virtual.
Menurut Nurliyah, sebenarnya puncak panen itu di awal November. Tapi sekarang sudah ada beberapa yang panen. Sehingga sampai saat ini petani Gowa telah memproduksi sebesar 49.801 hektare dengan rerata produktivitasnya 6 ton per hektare.
”Itu kita masih sementara panen jadi akan terus bertambah dengan luas lahan kita kurang lebih 69 ribu hektare,” ungkap Nurliyah.
Selain itu, Nurliyah mengaku, meski di masa pandemi Covid-19 yang sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat, namun pada sektor pertanian khususnya padi atau beras menunjukkan hal yang berbeda yakni melebihi kebutuhan masyarakat.
”Kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Gowa setiap tahunnya kurang lebih 80 ribu ton sementara kita dengan tiga kali panen dengan luas panen 69 ribu hektar kali 6 ton maka akan mencapai 416 ribu ton. Artinya, masyarakat kita sangat tercukupi karena kita memiliki luas areal padi yang sangat luas,” jelas Nurliyah.
Menanggapi itu, Wakil Bupati (Wabup) Gowa, Abd Rauf Malaganni, ditemui usai virtual dengan pihak Kementerian Pertanian berharap produksi padi di Gowa bisa terus tumbuh meski di masa pandemi covid-19.
”Tentu kita berharap produksi pangan kita khususnya padi terus berlimpah seperti saat ini. Karena pandemi Covid-19 ini menghantam hampir keseluruhan sektor ekonomi tapi pertanian kita bisa tumbuh atau melebihi kebutuhan masyarakat kita setiap tahunnya,” kata Wabup didampingi Kadis Peternakan dan Perkebunan Gowa, Suhriati dan Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa, Syamhari. (sar)
