pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kuliah Umum Ferry Julianto, Jaring Pemuda Pelanjut Koperasi

MAKASSAR, BKM — Stadium general bertemakan revolusi sistem ekonomi Indonesia yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa (Sema) UIN Alauddin Makassar bersama dengan Pro Demokrasi (ProDem) Sulsel, menghadirkan pembicara Wakil Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Dr Ferry Julianto.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel La Macca, di Jalan AP Pettarani melibatkan pemuda serta mahasiswa diberbagai perguruan tinggi. Baik itu dari universitas maupun sekolah tinggi. Jumlah peserta yang hadir tercatat ada 100 orang. Kegiatannya dimulai pada Pukul 10.00 Wita, Sabtu (30/10).
Di hadapan peserta dalam pemaparannya, aktivis senior di era Orde Baru mengemukakan jika saat ini sistem ekonomi di Indonesia sudah keluar dari konstitusi bernegara. Maka tidak heran bila melihat hanya segelintir orang saja atau kelompok-kelompok tertentu saja dapat menikmatinya.
Kondisi itu tidak lepas hubungannya dari praktik oligarki yang merusak sistem ekonomi di negara ini. Kelompok itu disebutkan memiliki kebebasan mengontrol pemerintahan atau kekuasaan.

Hal itu jelas menjadi salah satu faktor dalam menghambat ekonomi Indonesia terus membaik. Bahkan mengarah pada adanya praktik kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) oleh oknum pengusaha yang ingin menguntungkan diri sendiri.
“Kondisi sekarang ini hanya membukakan pintu masuknya kapitalisme dan liberalisme ekonomi negara kita. Sekarang ini terlalu jauh keluar dari apa yang sebenarnya menjadi konstitusi kita. Perubahan yang terjadi hanya perubahan politik yang dinikmati sebagian kelompok saja. Praktik KKN juga masih banyak di lembaga sektor perdagangan,” sebut Ferry Julianto yang juga merupakan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia.
Tidak itu saja, Politikus dari Partai Gerindra itu sempat menyinggung tentang langkah strategis menyelamatkan koperasi dari krisis panjang akibat pandemi covid-19 sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi. Menurutnya penyebab koperasi sulit berkembang lantaran tercitrakan sebagai pelaku usaha yang marginal.
“Sekarang ini negara lebih mengandalkan BUMN dan memberi porsi yang besar bagi swasta. Keistimewaan inilah membuat mereka semakin kaya, jadi inilah yang disebut oligarki kita perlu lawan ini,” sambungnya.
Makanya masalah ini membuat orientasi pemberdayaan koperasi baik dari sisi regulasi maupun kebijakan menjadi kurang tepat. Padahal seperti perusahaan pada umumnya, koperasi bisa menjalankan bisnis yang dapat dikembangkan semua sektor.

“Koperasi bisa menjadi sumber ekonomi kerakyatan,” imbuhnya.
Sementara koordinator pelaksana stadium general dari ProDEM Sulsel, Ibrahim Mappasomba mengatakan kegiatan ini merupakan cara bagi pemuda meningkatkan kualitas dan pengetahuan sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda. Olehnya, diharapkan memberikan semangat baru dan manfaat bagi pemuda khususnya cara melihat arah ekonomi di Indonesia saat ini.

“Kegiatan ini baru pertama kali kami gelar dan bersyukur antusias pemuda untuk hadir sangat baik. Mayoritas hadir adalah mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Makassar,” sebutnya.
Dia menambahkan, dengan melihat suksesnya pelaksanaan kegiatan ini, tidak menutup kemungkinan hal serupa tetap akan terus dilaksanakan secara rutin memberikan edukasi dan membuka wawasan baru bagi pemuda juga mahasiswa.
“Harapan kami tentunya teman-teman yang telah ikut di kuliah umum mendapatkan wawasan baru tentang sistem ekonomi di Indonesia yang dipaparkan oleh pemicara yaitu Wakil Dekopin Dr Ferry Juliantono,” ujarnya. (arf)



×


Kuliah Umum Ferry Julianto, Jaring Pemuda Pelanjut Koperasi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link