ENREKANG, BKM — Bupati Enrekang H Muslimin Bando menargetkan bica mencetak 50 doktor di tahun 2022-2023. Angka itu didasarkan pada angka Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru yang saat ini tengah menempuh pendidikan jenjang strata tiga (S3).
”Kami memang mendorong ASN dan guru yang masih muda-muda untuk melanjutkan pendidikan. Yang S1 lanjut S2. Yang S2 lanjut S3. Kita sudah membangun MoU dengan banyak perguruan tinggi, baik yang ada di Makassar, yang terdekat dengan Enrekang, hingga pulau Jawa. Bahkan sampai ke Malaysia,” ungkap Muslimin Bando dalam wawancara untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar. Pengambilan video mengambil latar belakang Buttu Kabobong di Desa Bambapuang, Kecamatan Angeraja, Kabupaten Enrekang.
Perguruan tinggi yang dimaksud, di antaranya Unhas, UNM, UIN Alauddin Makassar, Unismuh, dan Umpar. Hingga saat ini mereka yang telah menyelesaikan kuliah S2 kurang lebih 500 orang pada periode pertama.
Bupati yang akrab disapa MB ini mengakui, di awal pemerintahan periode pertamanya tahun 2013, ia mendapati fakta sangat sulitnya untuk mendapatkan izin belajar bagi ASN dan guru. Apalagi tugas belajar. Karena aturan ketika itu ASN tidak boleh berkuliah walaupun mendapat izin belajar bila kampusnya berjarak 80 km.
”Waktu itu saya bilang itu melanggar. Saya minta semua yang mau kuliah agar melanjutkannya. Jangan takut melakukan sesuatu untuk kebaikan. Alhamdulillah, ASN yang sebelumnya lulusan SMA, SMK dan Aliyah, sekarang sudah melakukan penyesuaian menjadi golongan III,” terangnya.
Atas perhatiannya terhadap dunia pendidikan, Pemkab Enrekang mendapat penghargaan dengan jumlah terbanyak pada pelaksanaan sertifikasi guru bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Ketika itu sebelum dilaksanakan sertifikasi, dilaksanakan bimtek. Satu kali ujian ada 487 guru sekaligus yang tertinggi se-Indonesia ketika itu.
Menurut MB, di awal kepemimpinannya, telah disepakati bahwa prioritas pembangunan adalah infrastruktur jalan. Alasannya, karena Enrekang memiliki wilayah pegunungan dan butuh akses jalan. Selain itu, 99 persen masyarakatnya berprofesi sebagai petani.
”Jadi, untuk meningkatkan kesejahteraan petani adalah memperbaiki infrastruktur jalan hingga ke gunung-gunung. Sehingga cost bisa ditekan untuk mengantar hasil bumi. Dulu diantar dengan kuda dan motor. Sekarang hampir seluruhnya sudah roda empat. Pedagang sudah sampai ke gunung-gunung menimbang hasil pertanian petani. Jadi biaya angkut sudah bisa masuk kantong. Sekarang pembangunan rumah tempat tinggal sudah sampai di pegunungan,” jelas Muslimin.
Prioritas selanjutnya adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan. Hal ini sangat penting, karena apapun yang dilakukan, bila SDM rendah akan berdampak pada pencapaian program yang telah disusun.
MB menyebut, pembangun fisik harus seimbang dengan rohani. Karena itu, dibuat perda khusus yang mengatur tentang pengangkatan tenaga ahli keagamaan. Tujuannya untuk mencipatkan masyarakat yang lebih religius.
”Bagaimana caranya menjadi religius? Harus ada upaya. Rekrut ahlinya. Dengan perda yang sudah ada, dilakukan seleksi yang sangat ketat dengan melibatkan orang-orang kapabel,” terangnya.
Menurutnya, ada empat yang dibutuhkan dari perekrutan ini. Yang pertama, mampu menjadi imam terbaik di masjid sehingga dapat menarik jemaah untuk datang. ”Jika yang tadinya jemaah hanya satu saf 10 orang, bulan berikutnya bisa terus bertambah,” ujarnya.
Yang kedua, bisa menjadi guru mengaji yang baik. Hal itu penting, karena 99 persen rakyat Enrekang umat muslim. Ketiga, mampu menjadi khatib yang baik. Keempat, bisa jadi dai di tengah masyarakat dengan memberikan pencerahan agama. ”Anggaran untuk gajinya masih dalam APBD,” katanya.
Terkait pelaksanaan program di tengah pandemi, Pemkab Enrekang mendapat alokasi bantuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat dampak pandemi. Juli 2020 Pemkab Enrekang membuat perencanaan. Awalnya diusulkan Rp600 miliar. Kemudian turun menjadi Rp516 miliar. Hingga akhirnya pada Desember 2020 disetujui Rp441,5 miliar.
”Ini pinjaman lunak tanpa bungan selama delapan tahun. Kegiatannya sudah berjalan sekarang. Ada yang capaiannya 50 persen, 30 persen, dan 20 persen,” imbuhnya. (*/rus)
