MASIH belia namun sudah mengukir prestasi. Itulah Nasywa Izzatunnisa. Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, ia sudah menyandang predikat Puteri Cilik Indonesia Sulsel Pendidikan 2021. Bahkan dalam waktu dekat akan berlaga di tingkat nasional.
TAMPIL di siniar (podcast) dan telah tayang di kanal Youtube Berita Kota Makassar, Nasywa tidak hanya piawai di modeling. Tapi juga punya bakat menari dan memainkan alat musik tradisional, yakni kecapi.
Bakatnya memetik kecapi menjadi salah satu penilaian tersendiri ketika ia tampil di final ajang Puteri Cilik dan Remaja Indonesia Sulsel 2021 beberapa waktu lalu. Kepiawaian ini pula yang akan ditampilkan Nasywa ketika berlaga di ajang serupa pada level nasional di Jakarta, bulan November ini.
Rencananya, Nasywa bersama pemenang lainnya akan terbang ke Jakarta, 2 November esok. Ia akan bertanding dengan perwakilan provinsi lain.
Nasywa lahir di Watampone, 19 Mei 2010. Buah hati dari pasnagan Burhan dan Andi Ernawati. Saat ini duduk di bangku kelas VI SD 24 Macanang, Watampone, Kabupaten Bone.
Pencapaian yang diraih Nasywa saat ini tidaklah secara instan. Di usia lima tahun, ketika masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK), ia sudah mengikuti berbagai lomba. Sejumlah prestasi pun telah diukirnya.
Di antaranya Top Model Cilik di Palopo 2018, Dara Daeng Cilik Runner Up I 2019, Runner Up I Puteri Bunga Sulsel 2019, Queen of Model di Palopo 2019, juara Indonesian Fest Model Sulsel awal 2020, The Best Kostum Indonesian Fest Model Maret 2021, dan Runner Up 1 Duta Pariwisata Cilik 2020.
Sebagai persiapan untuk berlaga di Jakarta, bungsu dari dua bersaudara ini memperdalam ilmu public speaking, catwalk, dan tentu bakat bermain kecapinya. ”Persiapan mental dan kesehatan juga tentunya,” ujar Nasywa.
Nasywa juga memperdalam latihan bakat untuk seni tradisional Sulsel. Memperbanyak membaca serta memperluas wawasan. Apalagi di Jakarta nanti ada debat dengan tema masalah pandemi. Ada pula orasi, dengan tema Aku Anak Indonesia, Aku Bangga Jadi Anak Indonesia.
Burhan, ayah Nasywa mengakui, untuk mendalami tarian tradisional dan alat musik kecapi, anaknya tergabung dalam sebuah sanggar tari di Watampone. Menurut Burhan, darah seni Nasywa menurun darinya. Ketika masih remaja dulu, ia memang aktif ikut lomba modeling. Setelah itu terjun di dunia nyanyi. (*/rus)
