Site icon Berita Kota Makassar

Pemkab Maros Gencarkan Edukasi Penanganan Stunting

MAROS, BKM — Southeast Asia Ministers of Eucation Organization-Regional Center of Food and Nutririon (Seameo Recfon) menjalin kerja sama dengan US Soybean Export Council (USSEC) dan Poltekkes Kemenkes Makassar.

Kerja sama terkait pelaksanaan kegiatan workshop menu pangan lokal tinggi protein bagi anak usia dini di tiga kabupaten prioritas stunting. Termaksuk Kabupaten Maros. Kegiatan ini dibuka secara langsung Bupati Maros, AS Chaidir Syam, di ruang pola kantor bupati Maros, Sabtu (30/10).
Sebagai upaya penanggulangan stunting, Pemerintah Kabupaten Maros mengajak TP PKK dan para pendidik PAUD untuk ikut menjadi peserta. Chaidir Syam mengatakan, pihaknya akan lebih gencar memberitakan edukasi penanganan stunting pada setiap daerah-daerah yang ada di Kabupaten Maros.
”Daerah stunting akan gencar kami sasar untuk diberikan edukasi penanganan stunting,” tutur Chaidir.
Selain itu, Chaidir juga menjelaskan kepada para peserta workshop yang hadir dalam kegiatan ini agar turut serta dalam mengambil bagian untuk penanganan stunting.

Ini sebagai pengentasan stunting. Terlebih di Kabupaten Maros.
”Ini juga sebagai kampanye konsumsi protein lokal untuk penanganan stunting,” ungkap bupati.
Selanjutnya Chaidir menjelaskan, data stunting untuk Kabupaten Maros hingga saat ini terhitung 9,47 persen atau sekitar 2.892 kasus stunting. Angka ini terhitung menurun dari angka tahun lalu yakni 13,04 persen atau sekitar 3.812 kasus.
”Kasus stunting di Kabupaten Maros sudah menurun, untuk kasus stunting tertinggi berada di Kecamatan Mandai yakni 359 kasus, disusul Kecamatan Turikale sebanyak 335 kasus dan kasus terendah berada di Kecamatan Mallawa sebanyak 19 kasus,” jelasnya.
Chaidir juga menjelaskan, pencegahan stunting dapat dimulai dengan pemenuhan gizi anak dengan baik. Gizi yang paling potensial adalah protein. ”Sebagian besar masyarakat masih berpikir kebutuhan protein harus dipenuhi dari daging, ayam atau telur. Padahal, ada pangan lokal yang kaya protein dan potensial mencegah stunting, yaitu tempe,” lanjutnya.

Bupati berharap, tempe bisa menjadi potensi makanan lokal untuk pencegahan stunting di Maros. Terkait protein yang terkandung di dalam tempe, dosen Jurusan Gizi Poltekkes Makassar, Manji Lala, mengungkapkan, tempe bisa jadi prioritas utama untuk penanganan masalah gizi. Terkait penyebab stunting salah satunya adalah asupan protein yang rendah.
”Tempe itu sangat luar biasa kandungan proteinnya, kalsium dan zat gizi lainnya. Orang luar bahkan menyebut tempe sebagai the miracle food. Makanan ini bisa jadi prioritas utama dalam menangani masalah gizi,” ungkapnya. (ari/c)

Exit mobile version