MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar akhirnya mengoperasikan geNose sebagai alat skrining. Alat ini untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang mengikuti proses pembelajaran tatap muka (PTM) tahap pertama.
Secara khusus Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Nielma Palamba melakukan pemantauan skrining geNose, Senin (1/11) di empat sekolah. Diantaranya SMPN 3, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 6, dan SMPN 29 Makassar.
Nielma Palamba menjelaskan, secara umum, tes skrining di sekolah-sekolah yang melakukan PTM tahap I berjalan lancar.
Ada satu dua siswa yang mengikuti skrining menunjukkan hasil positif. Namun setelah yang bersangkutan disuruh berkumur-kumur dengan air dan dites ulang hasilnya negatif.
Seperti diketahui, geNose digunakan dengan menghembuskan nafas ke dalam plastik yang telah disiapkan. Namun, karena alat ini sangat peka terhadap bau, maka bisa saja hasil skriningnya positif jika aroma mulut yang diperiksa cukup tajam.
Dia mengatakan, siswa yang ingin skrining geNose sebenarnya sudah diimbau agar tidak makan 30 menit sebelum pemeriksaan.
“Jadi ada siswa yang diskrining, hasilnya positif. Ditanya tadi pagi makan apa, ternyata makan nasi uduk. Jadi kita suruh berkumur dan diskrining ulang hasilnya negatif. Memang geNose sangat peka terhadap bau. Apalagi bau seperti Pete,” ungkap Nielma, kemarin.
Skrining menggunakan geNose akan dilakukan secara intens kepada siswa yang mengikuti PTM.
Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, juga menyebutkan pemeriksaan terhadap siswa melalui geNose akan dilakukan setiap bulan. Sehingga kondisi kesehatan mereka bisa terpantau.
“Kita berharap tiap bulan kita pakai GeNose untuk maintenance,” ujarnya.
Fatma juga memastikan bahwa geNose dipakai dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, efektifitasnya dalam melakukan skrining kesehatan.
“Penggunaan geNose ini kan sudah jelas SOP-nya, juknisnya sudah ada, sensitifitasnya ada, petunjuknya itu harusnya diikuti,” tutup Fatma.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Makassar, Kaswadi,
menjelaskan, skrining menggunakan geNose di sekolahnya mulai dari siswa kelas 7 dan 8.
“Rencana hari ini (kemarin) sekitar 400 siswa dari 800 yang PTM akan ikut treatment. Besok lebihnya. Petugas tiga hari di sekolah,” ungkap Kaswadi. (rhm)
