MALILI, BKM — Turnamen Luwu Timur Futsal Cup I Tahun 2021 resmi bergulir. Peresmian ditandai dengan tendangan perdana oleh Bupati H Budiman, Kapolres dan Kejari Luwu Timur di GOR Malili, Rabu (3/11).
Ketua Panitia Luwu Timur Futsal Cup I, Yudi Burhan mengatakan, sebanyak 24 tim ambil bagian pada kegiatan tersebut dengan masing-masing tim wajib mengikutkan pemain kelahiran tahun 2000.
“Kami mewajibkan setiap tim mengikutkan pemain kelahiran 2000 dengan tujuan agar Luwu Timur memiliki bibit muda yang berpotensi, selain itu, Tahun 2022 Luwu Timur akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel, bukan tidak mungkin diturnamen ini kita akan mengambil pemain muda tersebut untuk memperkuat Luwu Timur,” tutur Yudi.
Dia menegaskan kegiatan ini memberlakukan Prokes covid-19 secara ketat. Tujuannya tidak lain untuk membantu pemerintah dalam menekan laju perkembangan virus corona di Luwu Timur.
“Alhamdulillah, pemain dan official tim yang mengikuti turnamen ini telah di vaksin yang merupakan salah satu syarat utama kegiatan, ini tidak lain untuk mendukung pemerintah dalam percepatan vaksinasi di Bumi Batara Guru,” tegas Yudi Burhan.
Turnamen ini merupakan turnamen pertama di Sulsel bekerjasama BPJS Ketenagakerjaan. “Insya Allah semua pemain dan official akan ditanggung keselamatannya selama kegiatan berlangsung, tanggungan itu berlaku sejak pemain dan official berangkat dari rumah menuju GOR hingga balik lagi kerumah masing-masing,” tandasnya.
Bupati Luwu Timur, H. Budiman mengucapkan terima kasih kepada seluruh yang telah terlibat dalam rangka menurunkan angka kasus covid-19 di Kabupaten Luwu Timur.
“Kalau kita tidak berada di level 2, tentu turnamen ini tidak akan terlaksana. Untuk itu, mari kita saling mendukung dalam rangka menekan angka covid19. Kepada Forkopimda saya ucapkan terima kasih, berkat upaya kita bersama sehingga hari ini kita bisa menghadiri pembukaan Luwu Timur Futsal Cup I,” tutur Bupati.
Budiman memberikan apresiasi juga saya berikan kepada pihak penyelenggara karena ternyata selain turnamen, akan ada juga Coaching Clinic yang melibatkan anak-anak SMP dan SMA. Tentu ini merupakan hal yang bagus dalam rangka meningkatkan pembinaan anak-anak usia dini agar bisa lebih berprestasi lagi kedepannya. (rls)
