Site icon Berita Kota Makassar

Seminar Internasional Hingga Reuni Akbar

MAKASSAR, BKM — Fakultas Hukum (FH) Universitas Muslim Indonesia (UMI) akan merayakan milad ke-50 pada 2 Januari 2022 mendatang. Berbagai kegiatan mewarnai milad emas ini. Mulai dari seminar internasional hingga reuni akbar alumni.

Empat orang yang terlibat langsung dalam kegiatan ini menjelaskan berbagai agenda melalui kanal Youtube Berita Kota Makassar. Mereka adalah Ketua Panitia Pelaksana Milad FH UMI ke-50 Dr H Askari Razak dan Sektretaris Dr Ilyas Billa, Ketua Panitia Pelaksana Reuni Akbar IKA FH UMI H Sulthani, serta Sekretaris Umum IKA FH UMI Dr Andi Agusalim A Gajong.
Dijelaskan Askari Razak, berdasarkan jejak dokumen yang ditemukan di Lembaga Arsip Makassar, tahun 1972 menjadi mula FH UMI didirikan. Tepatnya pada tanggal 2 Januari
”Guna mengartikulasi usia ini, kita ingin menorehkan suatu sejarah. Hendak melakukan sesuatu yang monumental dan bisa dikenang sepanjang masa oleh generasi secara berkelanjutan,” terang Dr Askari Razak yang diwawancarai di lantai 19 Gedung Graha Pena, Makassar .
Tema sentral yang diusung, yakni 50 Tahun Fakultas Hukum UMI Bersama Alumni Mempekokoh Ukhuwah dalam Merespons Digitalisasi Hukum Global. Hal tersebut erat kaitannya dengan sumber daya alumni yang dimiliki FH UMI saat ini, yang jumlahnya mencapai 18.000 orang. Mereka tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan di luar negeri.

”Jika melihat secara kuantitatif, angka tersebut merupakan potensi yang luar biasa. Jika UMI bisa mengoptimalkan peran mereka, tentu para alumni itu bisa membawa UMI luar biasa ke depannya,” tandasnya.
Dr Askari menyebut, ada dua kegiatan besar yang digagas dalam rangka milad ke-50 FH UMI. Yakni, giat ilmiah dan non ilmiah. Karena masih di tengah pandemi covid-19, agenda acara didesain untuk dilaksanakan secara daring dan luring.
Untuk kegiatan ilmiah, akan dilaksanakan seminar hukum internasional. Temanya, Eksistensi Digitalisasi Hukum dalam Memberikan Penguatan Terhadap Perkembangan Hukum Kontemporer. Hal itu sejalan dengan upaya mendorong digitalisasi hukum, dan UMI menjadi motornya.
”Fakultas Hukum UMI menjadi yang pertama melaksanakan itu. Salah satu bentuknya, UMI sudah bekerja sama dengan MK untuk fasilitasi dalam kegiatan digitalisasi ini,” terang Askari lagi.
Empat pembicara dari empat negara dihadirkan dalam seminar ini. Mereka mewakili tiga benua, yakni Australia, Asia Timur (India), dan Asia (Jepang dan Singapura). Sementara dari dalam negeri ada dua orang, yakni Dr Edmon Makarim (Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang juga pakar digital), serta pembicara dari internal UMI. Pesertanya bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari Myanmar, Malaysia, Singapura, Brunei, Jepang, dan Australia. Hal ini merepresentasikan seminar ini berskala internasional.
Agenda lainnya, yakni pelaksanaan rapat senat terbuka. Ini juga pertama kalinya dilaksanakan di FH UMI. Bisa menjadi starting point guna dilaksanakan secara berkesinambungan ke depan, sebagai bentuk eksistensi UMI untuk disampaikan ke publik.

”Sangat tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk menempatkan anaknya dididik di Fakultas Hukum UMI. Ini yang menjadi tantangan. Karena itu, kita tidak berdiam diri. Tahun ini UMI sudah meraih akreditasi unggul untuk skala universitas. Itu artinya di atas rata-rata. Belum ada di luar Jawa yang memilikinya,” jelas Askari.
Tahun ini juga, menurut Askari, FH UMI telah melaunching kelas hukum internasional. Hal itu sebagai bukti bila fakultas ini membuka diri bagi calon mahasiswa dari berbagai negara. Pelaksanaan seminar internasional dengan menghadirkan pembicara dari luar negeri, semakin membuka ruang komunikasi secara global. ”Bisa saja pembicara luar negeri dalam seminar ini nantinya akan kita ajak untuk menjadi dosen luar biasa,” ujarnya.
Sekretaris Panitia Milad Dr Ilyas Billa, menjelaskan rangkaian kegiatan lainnya. Salah satunya ziarah ke makam mantan dekan FH UMI yang telah berpulang.

”Panitia punya range waktu yang dimulai 4 Desember, yaitu menggelar seminar internasional. 31 Desember ziarah makam. 1 Januari 2022 reuni akbar. 3 Januari kegiatan internal FH, yaitu rapat senat diperluas,” terang Dr Ilyas.
Ketua Panitia Reuni Akbar, Sulthani menyebut ada tiga rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan. Pertama, expo alumni. Ada dua agendanya, yakni penerbitan buku tokoh inspiratif alumni FH UMI, serta webinar yang mengusung tema Upaya Pemberdayaan Potensi Alumni FH UMI untuk Kemaslahatan Almamater dan Sesama.
”UMI kan tidak bisa lepas dari posisinya sebagai lembaga dakwah. Karena itu, dalam reuni kali ini kita akan melaksanakan bakti amaliah. Mengajak paritisipasi alumni untuk membangun rumah santri yang diberi nama Balla Panrita IKA FH UMI. Lokasinya di sekitar Bili-bili (Gowa). Nantinya ini bisa menjadi binaan lembaga dakwah UMI. Kedua, mendorong partisipasi alumni terhadap fakultas. Saat fakultas sedang membangun gedung yang sangat representatif dan membutuhkan mobiler. Kewajiban moral kita selaku alumni untuk berpartisipasi,” jelas Sulthani.

Untuk kegiatan serenomi, lanjut Sulthani, konsepnya back to campus. Para alumni diajak untuk bernostalgia di kampus. Diisi dengan kegiatan olahraga berupa senam zumba. Kemudian dilanjutkan bergerak keluar kampus dengan reli wisata kota Makassar. Ada 10 unit kendaraan dari setiap angkatan yang diberi label. Masing-masing membawa bendera UMI dan IKA.

Selanjutnya kembali ke kampus untuk kegiatan lomba kuliner masing-masing angkatan. Yang disajikan adalah kuliner tradisional. Terakhir malam ramah tamah, yang diisi dengan zikir dan doa. Temanya, Merajut Kebersamaan Memelihara Silaturahmi Memperkuat Solidaritas Persaudaraan Tanpa Batas.
Sekretaris Umum IKA FH UMI Dr Andi Agusalim A Gajong, menyebut bahwa alumni yang terdata secara resmi saat ini sebanyak 13.550. Karena sudah tersebar hingga luar negeri, maka sangat memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan berskala internasional. (*/rus)

Exit mobile version