Site icon Berita Kota Makassar

Mengedukasi Gaya Hidup Sehat dari Minuman Buah Lokal

PANDEMI covid-19 telah mengajarkan kepada kita betapa pentingnya untuk hidup sehat. Salah satu cara untuk mendapatkannya dengan mengonsumsi buah. Smoothie Theory hadir guna mengedukasi masyarakat.

BENITA Mitzi Selian adalah owner Smoothie Theory. Ia adalah jebolan Diploma of Business
Monash College Melbourne, Australia tahun 2013, serta Bachelor of Tourism and Hospitality Management
William Angliss Institute Melbourne, Australia tahun 2016.
Selepas kuliah, wanita kelahiran 14 September ini kembali ke Makassar. Ia mulai merintis usaha berjualan minuman buah secara offline di tahun 2019. Artinya, hingga sekarang sudah tiga tahun bisnis ini ia geluti.
Dalam kanal Youtube Berita Kota Makassar, perempuan cantik ini berkisah awal mula Smoothie Theory. ”Sebelumnya saya tinggal di Australia selama enam tahun. Kuliah dan kerja di sana. Ketika itu saya belum tahu tentang hidup sehat. Jarang olahraga dan badan saya lebih gemuk,” tutur Benita.

Suatu hari Benita menderita sakit. Tinggal di rumah dan tidak bisa makan. ”Sewaktu di rumah saya temukan blender milik teman. Saya coba campur pisang dan buah lainnya. Semuanya kemudian saya blender dan hasilnya enak. Kondisi kesehatan juga berangsur membaik,” terangnya.
Sejak saat itu Benita menyadari minuman buah bisa menjadi solusi hidup sehat. Teori hidup sehat adalah smoothie.
Melalui smoothie theory, Benita berusaha mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat. Apalagi ditengah pandemi covid-19.
”Smoothie theory naik daun di tengah pandemi. Karena dulunya orang-orang kan kurang peduli pada hidup sehat. Sekarang mereka harus sadar untuk melewati pandemi ini. Kondisi ini menjadi momentum untuk lebih meningkatkan upaya edukasi bagi masyarakat,” jelas Benita.
Bagaimana dengan gula yang terkandung dalam buah-buahan? Apakah bisa dikonsumsi oleh mereka yang menderita diabetes? Menurut Benita, smoothie theory menjadi kunci utama mengurangi makanan yang manis-manis dari gula tambahan. ”Kandungan gula dalam buah kan itu alami. Ini menjadi alternatif untuk hidup sehat dan pelan-pelan bisa memperbaiki gaya hidup,” ujarnya.

Guna mendukung usahanya, Benita dipasok buah dari suplayer yang memang sudah dipercaya selama tiga tahun terakhir. Dia pun memastikan buah yang diolahnya merupakan produk lokal Indonesia, bukan impor. Hal ini bukan hanya bermanfaat bagi customer, tapi juga orang di sekitar, seperti petani dan pedagang lokal.
Disebutkan Benita, Smoothie Theory saat ini telah memiliki dua offline store. Masing-masing di Jalan Pattimur dan Jalan Boulevard, Makassar. Dikhususkan untuk take away dan bisa diorder dari semua aplikasi. Termasuk media sosial Whatsapp. Bebas ongkos kirim untuk pemesanan minimal Rp200 ribu.
”Untuk satu cup harganya Rp28 ribu. Tapi kalau beli empat, bisa Rp100 ribu. Sekarang lagi ada promo. Ini kami lakukan untuk menunjukkan bahwa hidup sehat itu menyenangkan dan tidak mahal. Saat memesan di Smoothie Theory, ada manfaat yang diperoleh,” tandas Benita. (*/rus)

Exit mobile version