Site icon Berita Kota Makassar

PTM SD Tuntas November, PAUD Buka Desember

MAKASSAR, BKM — Proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk murid SD mulai dilaksanakan Kamis (4/11). Sebanyak 70 sekolah di 14 kecamatan melakukan simulasi di tahap pertama ini. Hampir sama dengan proses PTM di jenjang SMP, sebelum melaksanakan pembelajaran, peserta didik terlebih dahulu menjalani swab antigen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba menjelaskan hari pertama PTM SD berjalan lancar. Murid yang melakukan swab antigen pun tidak ada yang terkonfirmasi positif. Selanjutnya, proses pembelajaran dilakukan sesuai format dan jadwal yang telah ditentukan.
Berbeda dengan SMP, jumlah SD yang akan mengikuti PTM akan ditambah setiap pekan. Itu karena jumlah SD di Makassar lebih banyak dari SMP. Ditargetkan seluruh SD sudah tuntas dan telah melaksanakan PTM hingga akhir November ini.

“Jadi minggu depan akan ditambah lagi 70 sekolah. Begitu seterusnya, sampai seluruh SD sudah melakukan PTM. Kita mau tuntaskan November,” ungkap Nielma.
Setelah SD, Disdik akan membuka PTM jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Direncanakan awal November mendatang sudah bisa dilaksanakan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Makassar Amalia Malik mengatakan, jenjang PAUD dibuka pada 6 Desember sesuai edaran Wali Kota Makassar yang diteken 1 Oktober lalu. “Tadi (kemarin) pagi saya sudah melapor ke Pak Wali, tanyakan terkait PTM PAUD. Beliau menyetujui untuk melakukan pembukaannya di bulan Desember,” ucap Amalia Malik, Kamis (4/11).
Untuk syarat swab antigen bagi anak PAUD, kata Amalia, masih dikaji. Kemungkinan mereka tidak akan diswab. “Bisa jadi tidak (swab antigen), karena agak susah. Tapi itu nanti kita liat,” ujarnya.
PTM PAUD lebih diperketat, maksimal 5 peserta didik perkelas. “Cuma lima orang yang dibolehkan. Tetap dua kali sepekan PTM,” jelasnya.

Pelaksanaan PTM di hari pertama disambut antusias orangtua dan murid. Seperti di SDN Kompleks IKIP Makassar. Orangtua tampak mengantar anak-anaknya sampai di depan pintu gerbang sekolah. Sementara para guru menyambutnya. Semua rangkaian proses ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Begitu pula dalam kelas, tempat duduk diatur sedemikian rupa. Proses pembelajaran dimulai pukul 07.00 hingga pukul 09.00 Wita. Disusul kemudian dengan gelombang kedua, dari pukul 10.00 hingga 12.00 Wita.
Nafis, seorang murid SDN Kompleks IKIP, mengaku senang bisa kembali ke sekolah. ”Sudah lama kita tidak masuk sekolah. Sekarang sudah bisa, walau masih terbatas,” ujarnya.

Meski PTM telah dimulai, namun pembelajaran daring bagi murid lain masih tetap dilaksanakan, karena mempertimbangkan PTM ini hanya dilakukan dua kali dalam seminggu. ”Harapan kita, ini akan menjadi awal yang baik untuk kembali bersekolah seperti dulu lagi,” kata Tuti, guru wali kelas VI. (rhm-pkl)

Exit mobile version