Site icon Berita Kota Makassar

Guru Besar UNM Bawakan Orasi Ilmiah di Wisuda GSI Ternate

MAKASSAR, BKM — Bisnis teknologi informasi dipandang sebagai lahan bisnis yang sangat prospektif dan strategis, apalagi di masa pandemi covid-19. Situasi ini semakin mengukuhkan posisi bisnis teknologi di era revolusi industri 4.0. Karena itu, pelaku bisnis online sangat merasakan keuntungan melimpah.

Hal itu disampaikan Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof.Dr. Anshari, M.Hum. di depan sekira 750 wisudawan pada Wisuda Program Komputer Profesional 1 Tahun Angkatan Ke-20, tahun Akademik 2020/2021 Global Science Institute (GSI) Ternate di Aula Banua Unkhair Ternate pada Sabtu, 6 November 2021.

Wakil Direktur Bidang Kerjasama dan Publikasi Program Pascasarjana (PPs) UNM ini menegaskan, dalam menghadapi revolusi industri 4.0, masyarakat harus memiliki kemampuan literasi digital yang mumpuni. Kemampuan ini merupakan kemampuan literasi yang dimiliki manusia memanfaatkan teknologi informasi serta dapat mengevaluasi, memahami, dan menggunakan informasi.

Lebih lanjut, Guru Besar Pendidikan Bahasa yang juga dikenal sebagai penulis artikel di koran ini memapatkan, bisnis teknologi informasi sangat bermanfaat dalam pemasaran produk dan jasa di internet atau dunia maya. Media internet sebagai flatform media sosial dinilai efektif digunakan sebagai sarana bisnis online dengan ketersediaan aneka fitur dan aplikasi.

“Pelaku bisnis yang menggunakan ruang online sebagai marketplace dinamakan toko online (online shop). Toko online dapat memasarkan barang dan jasa di tools internet, seperti blog, e-mail, facebook, youtube, twitter, instagram, dan telegram sebagai alir pemasaran barang produk dan jasa secara efektif dan efisien,” terangnya.

Menurut Prof. Anshari, tantangan utama dalam ekonomi digital sebagai basis teknologi informasi adalah kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi. Pendidikan vokasi yang diselenggarakan GSI Ternate dengan nama Program Komputer Profesional 1 Tahun, diharapkan dapat mempersiapkan alumni yang siap beradaptasi dengan perubahan dalam sistem ekonomi digital.

Dalam penutup orasi ilmiahnya, alumni Doktor PPs Universitas Negeri Malang ini menyimpulkan, pandemi covid-19 justru menjadi pemicu pergerakan kenaikan kuantitas dan kualitas pelaku bisnis online. Sebab, bisnis online dianggap memiliki risiko kerugian kecil dan modal minim.

Selain itu, seseorang bisa menjadi afiliasi pemasaran sebagai penghubung antara penjual dan pembeli. Komisi atau fee transaksi diberikan penjual.

Direktur GSI Ternate dalam laporan akademiknya, menyatakan bahwa selama 20 tahun berdirinya lembaga pendidikan telah mengalami pasang surut. Namun, berkat ketekunan dan kerja sama pembina, pengurus, dan staf serta dukungan pemerintah daerah, GSI sanggup memberi kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di Maluku Utara.

“GSI juga telah mendirikan lembaga pendidikan menengah kejuruan di bidang teknologi dan kesehatan. Bahkan, tahun 2022, GSI telah siap mengoperasikan pendidikan dasar, yaitu Sekolah Dasar Islam Terpadu. Saya berharap pemerintah daerah selalu mendukung dan membantu niat GSI mengembangkan lembaga pendidikan formal dan nonformal,” harap alumni Program Doktor Pendidikan Bahasa Inggris PPs UNM.

Turut memberi sambutan, yaitu Walikota Ternate yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Dekan FKIP Unkhair, Dekan FIP UMMU Ternate, para pimpinan LKP/LKP se-Kota Ternate, para orang tua wali dan wisudawan. (rls)

Exit mobile version