MAKASSAR, BKM — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Komisariat Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) sangat serius menghadapi Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas Desember mendatang. Buktinya, IKA yang dipimpin Sukhri Syawir ini melakukan rapat koordinasi secara maraton. Setelah di Makassar, IKA Fapet kembali melakukan konsolidasi di Kota Parepare, Sabtu (6/11/2021).
Rapat koordinasi di Parepare ini merupakan salah satu lokasi roodshow IKA Fapet Unhas dalam rangka Mubes IKA Unhas. Parepare dipilih untuk wilayah Ajatappareng. Roadshow juga akan dilakukan di wilayah lain.
Puluhan pengurus IKA Fapet hadir dalam rapat koordinasi di Parepare. Ada dua agenda yang dibahas. Yang pertama adalah pembentukan tim penjaringan calon ketua umum (caketum) IKA Unhas dan melakukaan zoom meeting yang diikuti seluruh alumni.
“Untuk pembentukan tim penjaringan caketum telah terbentuk. Tim ini diketuai Bapak Amas Madjid dan sekretarisnya Bapak Amril Mallombasang,” jelas Ketua IKA Fapet Unhas, Sukhri Syawir melalui ponsel, Minggu (7/11/2021).
Sementara untuk agenda kedua nanti akan dilaksanakan. Zoom meeting nanti diupayakan dihadiri semua alumni Peternakan Unhas. Untuk waktunya, kata Sukhri, akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
“Tujuannya adalah untuk mendengar dan mencatat semua usul dan masukan alumni. Tentang apa saja terkait IKA Unhas. Termasuk soal nama-nama caketum juga,” papar Sukhri.
Ditanya terkait perdebatan soal lokasi Mubes yang saat ini terus mengemuka antara Jakarta dan Makassar, Sukhri mengaku jika itu telah diputuskan di Mubeslub Jakarta pekan lalu bahwa Mubes dilaksanakan di Jakarta Desember nanti.
“Saya saat itu presidium, jadi tidak mungkin saya membatalkan hasil keputusan Mubeslub begitu saja,” katanya.
Menurut pria yang berprofesi sebagai pengusaha ini, saat ini tidak terlalu penting untuk memperdebatkan lokasi Mubes. Yang penting, kata dia, membahas soal apa yang akan direkomendasikan Mubes nanti.
Sementara itu, saat ditanya adanya ancaman alumni Unhas yang akan menggelar Mubes tandingan di Makassar jika Mubes tetap ngotot digelar di Jakarta, Sukhri berharap tidak akan ada seperti itu.
“Hal yang wajar jika ada perbedaan pendapat dalam organisasi. Tapi perbedaan itu jangan sampai melemahkan kita. Perbedaan harusnya memperkuat organisasi karena ada dinamika,” katanya bijak.
Sejumlah Nama Mengemuka
Rapat koordinasi yang dihelat di Satria Wisata Hotel Parepare ini juga membahas sejumlah nama yang layak menjadi The Next Jusuf Kalla. Kami menerima beberapa bocoran nama-nama tersebut. Untuk alumni Peternakan, ada tiga nama yang akan digodok. Tiga nama itu adalah mantan Gubernur Maluku, Said Assegaf, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Ir Nasrullah dan Ketua IKA Fapet, Sukhri Syawir.
Sementara nama-nama alumni di luar Peternakan yang dibahas dalam pertemuan itu antara lain Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mantan Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi, Ketua IKA Teknik yang juga Dirut PT Nindya Karya, Haedar A Karim dan Dirut PT Pindad, Abraham Mose.
Sekretaris IKA Fapet Unhas, Prof Dr Ir Muhammad Yusuf membenarkan jika sejumlah nama dibahas dalam pertemuan itu. Tapi semuanya baru disebut. “Belum diputuskan karena tim penjaring masih harus bekerja dulu,” kata Prof Ucu, sapaan Prof Muhammad Yusuf, Minggu (7/11/2021) sore.
Ia juga memberi penjelasan soal banyaknya alumni yang menolak pelaksanaan Mubes di Jakarta. “Kalau kami di Peternakan tidak ada masalah mau dilaksanakan di Jakarta atau Makassar. Silakan saja,” tegas Wakil Dekan I Fapet Unhas ini. (*)
