MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar mulai fokus pemulihan ekonomi pada tahun 2022 mendatang. Sebelumnya, pemkot telah melakukan mitigasi terhadap bencana atau risiko terhadap covid, seperti launching Makassar Recover.
“Kita telah melakukan mitigasi bencana, seperti penanganan kesehatan, penanggulangan dampak sosial dan pemulihan ekonomi. Satgas Raika, Satgas hunter, tim detektor dan swab on the road telah berjalan. Alhamdulillah, sudah ada hasilnya mulai level 4, 3 dan kondisi sudah masuk level 1. Upaya betul-betul luar biasa,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Helmy Budiman saat podcast di studio mini Berita Kota Makassar, Jumat (5/11).
Karena kondisi membaik, jelas Helmy, harapan tahun depan situasi berubah, segala upaya akan dilakukan untuk masuk ke pemulihan ekonomi. Apalagi, sepanjang 2020 dan 2021 belum ada pembangunan yang dilakukan.
Olehnya itu, 2022 mendatang, pemerintah kota mendorong belanja modal, belanja barang dan jasa, agar kantong ekonomi baru dapat berjalan di tengah masyarakat. Termasuk membangun kantor pelayanan yang baik, sektor pendidikan dengan membenahi sekolah yang rusak, pembangunan kesehatan, serta membangun tempat berkumpul masyarakat.
“Proritas, tahun ini dan tahun 2022 mendatang yakni menciptakan kantong ekonomi baru untuk masyarakat, membuat mal pelayan publik seperti arahan pemerintah pusat. Mal pelayanan satu atap, jadi semua jenis pelayanan disatukan dalam satu gedung,” ujar Helmi.
Soal lokasi yang dijadikan rujukan untuk membagun mal pelayanan, Helmi mengaku, kalau lokasinya berada di Taman Macan dan akan dibuat gedung baru sebagai pusat peradaban baru dan pusat pelayanan baru dan tonggak sejarah baru. Begitu pun pelayanan untuk 11 kategori pajak, akan disebar ke 15 kantor kecamatan agar masyarakat tidak lagi jauh membayar pajaknya.
“Kita akan bangun mal pelayanan di Taman Macan tepat di belakang kantor Balai Kota. Sementara, kantor Balai Kota akan restorasi sebagai cagar budaya yang harus dipelihara. Kita akan pindahkan sebagian besar pelayanan di sana. Kita juga akan restorasi Museum Kota di Jalan Balai Kota. Kota kita banyak sejarah dan pusat sejarah ada di sekitaran Jalan Ahmad Yani. Apalagi, banyak anak kita tidak tahu sejarah kota Makassar,” tambahnya.
Selain membangun mal pelayanan, ujar Helmi, pemkot juga akan membangun sarana olahraga, seperti GOR, sirkuit, termasuk proyek yang sifatnya rutinitas seperti perbaikan dan pembangunan jalan, jembatan. “Kita sementara membangun 4 kilometer jalan di Tanjung Bunga. Bidang kesehatan juga difokusken, seperti pembenahan rumah sakit dan puskesmas, pembenahan sarana pendidikan serta proyek di PU,” jelasnya.
Sementara penganggaran untuk penanganan covid-19 di tahun 2022, Helmy menegaskan, pemkot tetap menganggarkan sebesar Rp100 miliar. “Mudah-mudahan anggaran ini tidak terpakai untuk kita gunakan dalam pemberdayaan masyarakat. Pelonggaran tetap dilakukan, namun protokol kesehatan diterapkan. Satgas Raika juga tetap beraktivitas tahun depan. Kita jangan sampai lengah hingga membuat covid meledak,” harapnya.
Dalam menutup podcast bersama BKM, Helmy juga mengundang seluruh warga kota untuk menyambut HUT Kota Makassar ke-414, dan menikmati di lorong makanan taripang, kopi serta menu khas tradisional Bugis Makassar. (war)
