MAKASSAR, BKM — Literasi adalah kemampuan selain baca tulis, juga berhitung dan keterampilan lain untuk memahami, mengevaluasi, dan memeroleh pengetahuan yang bersifat kognitif dan teknikal. Hal itu dipaparkan Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Dr. Anshari,M.Hum. dalam presentasinya berjudul Literasi Bahasa dan Sastra via Media Sosial pada Seminar dalam Jaringan (Sedaring) Nasional dan Peluncuran Antologi Puisi Karya Peserta Lomba Cipta Puisi yang diselenggarkan Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Cabang Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu, 10 November 2021.
Dalam uraiannya, profesor di bidang ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia ini, menjelaskan tentang konsep literasi bahasa dan sastra di media sosial. Menurut Prof. Anshari, literasi bahasa berkaitan dengan keterampilan berbahasa, namun lebih fokus pada membaca dan menulis.
”Dalam literasi baca-tulis, seseorang harus memiliki keterampilan dalam memahami bacaan dan mengungkapkan ide dan gagasan dalam sarana bahasa tulis.
Sementara literasi sastra dimaksudkan sebagai suatu keterampilan dalam memberdayakan masyarakat baca dalam bidang sastra. Dalam hal ini, sastra sebagai media dalam mengapresiasi karya sastra yang tersedia di berbagai media,” jelas kolomnis media cetak di Makassar ini.
Lebih lanjut, Wakil Direktur 3 PPs UNM ini menjelaskan, literasi digital sebagai bagian dari pilar literasi merupakan keterampilan memanfaatkan internet dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara sosial dalam dunia maya. Penguasaan jaringan internet merupakan keharusan dalam literasi digital.
Terkait literasi digital, ketua HPBI Sulsel ini mengemukakan dampak positif dan negatif dari media sosial. Dampak positifnya, antara lain mempererat silaturahim, sarana memeroleh pengetahuan, dan wadah penyampaian informasi. Sementara dampak negatifnya, terutama penipuan, pornografi, prostitusi, dan berita bohong.
Karena itu, Prof. Anshari berpesan agar masyarakat cerdas dan sehat dalam bermedia sosial. Sebab, jerat hukum dapat menjadi bumerang bila seseorang tidak bijak dan sehat dalam menggunakan internet, yang ibaratnya pisau bermata dua.
Narasumber lain, Ketua HPBI Pusat Dr. Yeyen Maryani,M.Hum. membahas peran HPBI dalam pemasyarakatan literasi. Dr. Eri Iswary, M.Hum., Ketua Prodi S-2 Linguistik PPs Unhas memaparkan bahasa cinta di era covid-19. Dr. Andi Syukri Syamsuri, S.Pd.,M.Hum. yang juga Wakil Rektor (WR) 2 Unismuh mengulas repetisi bahasa dalam habitus interaksi sosial di masa normal baru.
Sedaring nasional yang dilaksanakan HPBI Sulsel sebagai rangkaian peringatan Bulan Bahasa 2021. Selain peluncuran antologi puisi, dilaksanakan pengumuman hasil lomba cipta dan baca puisi yang diikuti dosen, guru, dan siswa. Peserta sedaring nasional berjumlah 389 orang. (rls)
