Site icon Berita Kota Makassar

Jembatan Roboh, Jalur Palopo-Luwu Terputus

MAKASSAR, BKM — Jembatan Poringan yang terletak di Desa Tabah, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu putus, Senin malam (8/11). Infrastruktur yang memiliki panjang 12 meter tersebut merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Kota Palopo dan Kabupaten Luwu.
Sebelum roboh, jembatan sempat dalam kondisi miring. Namun ketika sebuah truk bermuatan pupuk kandang melintas, membuat kendaraan tersebut jatuh bersamaan jembatan yang terbuat dari kayu itu.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa jembatan yang baru akan segera dibangun. “Kami mendapat informasi, tadi malam (Senin malam) jembatan Poringan yang menjadi jalur alternatif Palopo-Luwu terputus. Insyaallah akan segera dibangun jembatan yang baru,” kata Andi Sudirman, Selasa (9/11).
Guna merealisasikan hal tersebut, Pemprov Sulsel akan membangun jembatan yang baru dengan skema bantuan keuangan ke Kabupaten Luwu. Langkah itu ditempuh, mengingat jalur tersebut berstatus jalan tani yang menjadi kewenangan kabupaten.
“Tahun depan kita siapkan bantuan keuangan untuk pembangunan jembatan yang baru. Apalagi jembatan ini menjadi akses masyarakat untuk distribusi hasil pertanian,” ungkapnya.
Sementara itu, angin kencang disertai hujan petir yang melanda Kota Palopo dan sekitarnya beberapa hari terakhir, membuat air sungai meluap dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Akibatnya, akses jalan Palopo-Masamba dilaporkan hingga saat ini lumpuh. Hal itu imbas penutupan jembatan Sungai Battang miring yang mengalami keretakan karena tergerus arus sungai yang meluap. Sehingga kini, jembatan yang berada di perbatasan Kota Palopo dan Kabupaten Luwu itu tidak dapat dilalui atau ditutup sementara.

Merespons hal itu, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan selaku penanggung jawab untuk menindaklanjuti masalah tersebut. Menurutnya, situasi sedang darurat sehingga butuh penanganan cepat.
“Kita panggil Balai Jalan Kementerian PUPR untuk rapat bersama percepatan solusi. Kita harus cepat, karena ini darurat. Saya sudah perintahkan Dishub dan jajaran untuk turun bantu. Mereka sudah di sana,” ujar Andi Sudirman, kemarin.

”Saat ini jalur Masamba menjadi fokus kita beberapa hari ini. Situasi hujan dan banjir serta kenaikan air sungai secara drastis menjadi masalah berulang,” tambahnya.
Kendati masalah tersebut merupakan kewenangan BBPJN, namun Andi Sudirman menuturkan, perlu sinergi bersama agar masalah cepat terselesaikan. “Tim provinsi, termasuk jajaran polda telah turun dan standby di lokasi sejak beberapa hari lalu. Hari ini (kemarin) kami memanggil Balai Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR untuk solusi darurat dan permanen secara bersama. Ini harus segera diselesaikan karena emergency. Ini masih kewenangan balai, tapi itu tanggung jawab bersama. Kita harus bersinergi untuk solusi,” jelasnya. (jun)

Exit mobile version