MAKASSAR, BKM — Untuk keempat kalinya digelar, Operasi Pangan Murah yang dilakukan oleh Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap menjadi salah satu gerakan dalam menangani permasalahan isu pengentasan kemiskinan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung, Rabu, 10 November 2021.
Lonjakan harga kebutuhan pokok membuat masyarakat harus gantung panci. Terlebih lagi bagi masyarakat dan keluarga prasejahtera yang masih terdampak dari adanya pandemi bovid-19 yang belum berakhir hingga saat ini.
Hal itu ditemui saat tim dari ACT di Makassar berkunjung ke salah satu pasar tradisional. Tepatnya di Pasar Pa’baeng-Baeng, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Sejumlah masyarakat mengeluhkan mahalnya harga pangan yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari.
H Tadjuddin Camang yang merupakan pedagang barang campuran, menjelaskan meningkatnya harga barang di pasar, selama pandemi membuat tokonya sepi dan jarang dikunjungi oleh pembeli.
“Sangat sepi dan berbeda dengan tahun sebelumnya ketika pandemi belum ada. Mahalnya harga pangan di pasar, sementara pendapatan masyarakat berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Ini membuat daya beli masyarakat menurun,” jelas H Tadjuddin.
Selain di Pasar Pa’baeng, ACT bersama Sahabat Dermawan Indonesia juga menghadirkan Aksi Operasi Pangan Murah bagi keluarga prasejahtera yang merupakan jemaah Musala Babussalam Lekobo’dong, Kelurahan B Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulsel.
Firman dari tim ACT Sulsel, mengatakan Operasi Pangan Murah ini akan terus menjadi ikhtiar bersama para dermawan dalam membantu menolong umat yang terdampak pandemi. “Insyaallah dalam mengatasi permasalahan kemiskinan di Makassar, OPM ini akan terus hadir membersamai keluarga yang mengalami krisis pangan akibat mahalnya kebutuhan pokok,” jelas Firman.
Dengan memberikan harga murah sebesar 50 persen dari harga normal di pasar, akan memudahkan masyarakat prasejahtera dalam menjangkau harga pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (rls)
