GOWA, BKM — Usai melakukan kebut vaksinasi Covid-19, kembali Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Gowa melakukan percepatan vaksinasi melalui program Gerebek.
Gerebek vaksinasi di Desa Kalemandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa ini dilakukan dengan melibatkan para petugas dari Puskesmas masing-masing kecamatan setempat, akhir pekan lalu. Gerebek vaksinasi ini menyasar Posyandu-Posyandu di wilayah pedesaan Kabupaten Gowa dan berhasil menvaksin sebanyak 1.108 orang dari target awal hanya 200 orang.
”Gerebek vaksinasi ini dilaksanakan di desa-desa yang menjadi lokus dengan cakupan vaksinasi yang cukup rendah di Kabupaten Gowa. Jadi desa – desa ini diberikan kesempatan untuk meningkatkan cakupan vaksinasinya agar dapat segera mencapai herd immunity (kekebalan kelompok),” kata Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan di sela memantau kegiatan gerebek vaksinasi tersebut.
Di lokasi gerebek vaksinasi ini, Priska didampingi Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Mussadiyah Rauf yang juga adalah istri Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni.
Desa-desa yang dilakukan gerebek vaksinasi disertai Monev Posyandu, yakni Desa Pa’bentengang dan Desa Bone di Kecamatan Bajeng serta Desa Kalemandalle di Kecamatan Bajeng Barat.
”Kami berharap, dengan gerebek vaksinasi ini cakupan vaksinasi 70 persen bisa kita capai. Apa yang kami PKK lakukan ini tiada lain untuk membantu dan mendukung upaya pemerintah mewujudkan target kekebalan kelompok itu,” kata istri Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.
Terpisah, Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Gowa, dr Gaffar yang dikonfirmasi, mengatakan, secara umum dalam gerebek vaksinasi tersebut merupakan kegiatan partisipatif non pemerintah yakni TP PKK.
”Kami bersyukur, karena kegiatan vaksinasi Covid-19 ini sudah menjadi kegiatan yang dikeroyok bersama pemerintah dengan lembaga-lembaga non pemerintah, termasuk PKK dan pemuda. Semoga upaya kita menuju 70 persen cakupan vaksinasi dapat segera mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok di tengah masyarakat,” jelas Gaffar. (sar)

