WAJO, BKM — Kebiasaan Bupati Wajo Amran Mahmud untuk sisi yang satu ini, sepertinya layak diapresiasi sekaligus ditiru bagi siapapun. Termasuk bagi pemimpin daerah lain.
Betapa tidak, Amran Mahmud selalu meluangkan waktu tampil di forum publik, baik webinar atau seminar lintas organisasi dan dialog interaktif yang melibatkan sejumlah peserta. Seperti kalangan akademisi, dan aktivis.
Padahal jika mengintip kegiatan pemerintahannya yang nyaris super padat, Amran bisa saja menghindar untuk tampil sebagai narasumber diskusi publik. Atau cukup mendelegasikan ke bawahannya.
Tapi bukan Amran namanya jika menghindar. Bila memang tidak bertepatan dengan kegiatan lain Amran tak demam panggung untuk tampil. Ia bahkan selalu terbuka berdialog dalam sesi tanya-jawab.
Berdasarkan catatan, selama dua bulan terakhir misalnya, sedikitnya ada lebih 10 lembaga dan perguruan tinggi yang menjadikan wakil direktur pasca-sarjana IAI As’adiyah ini sebagai narasumber.
Di luar daerah seperti membawakan kuliah umum di depan civitas akademika UNM, narasumber di kuliah umum dan kuliah tamu di Unismuh Makassar, hingga salah satu sekolah tinggi di Takalar.
Di forum pemuda dan aktivis, Amran juga tak alergi untuk berdiskusi. Seperti belum lama ini di forum Pemuda Muhammadiyah Sulsel, Webinar PB HMI, maupun dialog dengan lintas aktivis perguruan tinggi yang digelar HMI MPO Cabang Wajo.
Beberapa hari lalu, Amran tampil di dialog interaktif di cafe KM 10 yang melibatkan tokoh masyarakat dan lintas elemen. Bahkan, rata-rata dialog/diskusi, webinar yang dihadiri, Amran Mahmud tampak antusias menjawab beragam pertanyaan. Termasuk masukan dan kritikan.
“Justru di forum-forum seperti itu, kita bisa menyerap juga beragam aspirasi. Termasuk tentunya aspirasi langsung ketika turun bercengkrama dengan warga,” papar Amran Mahmud ketika menjawab pertanyaan mengenai kebiasaannya tampil sebagai narasumber, Minggu (7/11/21).
Amran yang juga aktif diberbagai organisasi kemasyarakatan dan organisasi sosial, mengurai, masukan maupun kritikan harus dijadikan sebagai penyemangat untuk terus menebar kebaikan. Karena itu, dirinya selalu terbuka menghadiri beragam diskusi sepanjang tidak bertepatan kegiatan lain.
“Saya berterima kasih jika ada berbagai lembaga dan organisasi yang mengundang untuk tampil berdiskusi. Selain berbagi pengalaman, sekali lagi, sangat penting kita mendengar masukan, maupun kritikan demi kemajuan dan pengembangan daerah kita tercinta,” pungkasnya. (ono/C)
