ENREKANG,BKM–Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini tercatat sebagai Anggota Komisi X DPR RI, Mitra Fahkruddin MB dinilai memiliki jiwa sosial yang tinggi. Hal ini ketika Mitra Fahkruddin menyumbangkan gajinya untuk membangun 13 mesjid di pedalaman kabupaten Luwu, tepatnya di Kampung Kumilak, Desa Sinaji,Kecamatan Bastem, Jumat (5/11/2021) lalu.
Apa yang dilakukan Mitra langsung menjadi perbincangan dari warga net yang sedang viral di media sosial facebok, instagram maupun grup-grup WhatsApp.
Seperti yang disampaikan Ahmad Yani Maspul melalui akun facebook-nya yang mengomentari berita tersebut dengan menuliskan,”Cocok sekalimi jadi bupatinya Enrekang,”tulis Ahmad Yani Maspul dalam kolom komentar sambil dibalas “iya” oleh netizen lainya yang mengatasnamakan Abdul Malik ,Selasa (10/11/2021).
Selain itu,putera pertama bupati Enrekang H Muslimin Bando ini juga memberikan 207 bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang ia perjuangkan di senayan mulai dari tingkat SD SMP, SMA, hingga SMK se Kecamatan Bastem.
Hal senada juga disampaikan Nurman Amir pada akun facebook nya mengatakan,”Lebih mantap lagi kalau jadi bupati (Enrekang) nantinya,”tulis Nurman Amir yang pernah tercatat sebagai anggota DPRD Enrekang tiga kali periode dari Fraksi Golkar ini.
Seperti diketahui, Mitra Fahkruddin naik motor trail ke lokaksi untuk memberikan bantuan dana pembangunan belasan masjid di desa terpencil di bawah kaki gunung Sinaji.
Untuk menuju lokasi tersebut, Mitra dikawal puluhan anggota Maspul Track. Mereka menyusuri jalur alternatif dengan menerobos jalan berlumpur dan berbatu hingga naik turun bukit dengan puluhan kilometer melitasi hutan Tana Toraja dan Luwu.
Sesampainya di lokasi, Kepala Desa Sinaji, Ismail dan warganya menyambut dengan gembira kedatangan Mitra dan rombongan.
“Ini bukan waktu reses anggota DPR, tetapi warga yang minta agar saya datang menemuinya. Jadi saya tidak mengikuti beberapa rapat di pusat,”kata Mitra kepada warga setempat.
Sebelum menyerahkan bantuan pembangunan 13 mesjid secara simbolis, Mitra mengatakan bila warga setempat yang kenal religius butuh kenyamanan dalam melaksanakan proses-proses beribadah.
“Saya lihat mesjid-mesjid kita yang ada didesa ini depenuhi oleh jamaah-jamaah. Ini juga penting pak desa untuk menyemangati generasi-generasi kita agar rajin datang ke masjid untuk beribadah,”ujarnya. (suka/rif/c)
