MAKASSAR, BKM — Suasana di SD Negeri Borong, Selasa (9/11), begitu berkesan. Bagaimana tidak, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Makassar ke-414, sejumlah murid hadir di sekolah yang terletak di Jalan Borong Raya, Kecamatan Makassar itu.
Mereka datang tak sekadar untuk upacara, tapi ada beberapa kegiatan yang diikuti.
“Walau belum bersekolah seperti biasa, tapi anak-anak senang bisa hadir di sekolah. Mereka juga terkesan. Apalagi ada kegiatan yang diikuti,” ujar Kepala UPT SPF SDN Borong, Dra Hj Hendriati Sabir,MPd.
Kepala sekolah yang akrab disapa Bu Indri itu menjelaskan, ada kegiatan Kemenkeu Mengajar dan Sekolah Penggerak, yang dilakukan secara daring. Juga ada kegiatan rapid test antigen yang diikuti oleh siswa dan guru, yang berlangsung tiga hari (Senin-Rabu).
Suasana peringatan Hari Jadi Kota Makassar bertema “Recover untuk Masa Depan” begitu nampak, karena beberapa guru masih terlihat mengenakan pakaian adat baju bodo. Penganan tradisional berupa kue taripang dan kopi hangat dihidangkan menemani aktivitas hari itu.
Wanaba, tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Batua, dengan telaten melakukan rapid test antigen di halaman sekolah. Disampaikan, pada hari kedua ini, sebanyak 116 orang ikut dirapid, terdiri dari murid dan guru. Sebelumnya, di hari pertama, sebanyak 127 orang ikut kegiatan serupa.
Kata Wanaba, guna menghindari kerumunan dan supaya tertib, maka kegiatan rapid test dilakukan bertahap. Rapid test hari pertama khusus untuk kelas 5 dan 6, kemudian kelas 3 dan 4, lalu di hari ketiga ditujukan bagi murid-murid kelas 1 dan 2.
“Biasanya, rapid test untuk anak-anak kelas 1 dan 2 ini agak sulit. Apalagi kalau mereka sudah takut duluan,” kata Wanaba.
Kegiatan rapid test antigen juga dilakukan di SD Inpres Borong, yang berada satu kompleks dengan SDN Borong. Di SD Inpres Borong, dengan nakes berbeda, rapid test hari kedua, diikuti sebanyak 110 orang, terdiri dari siswa dan guru.
“Agak takutka, tapi cepatji,” ungkap Aurelia Putri Utami, murid kelas 5 SDN Borong, dalam logat Makassar, yang tengah antre menunggu giliran dirapid test.
Selama kegiatan rapid test antigen di SDN Borong, nakes dari Puskesmas Batua dibantu oleh Ketua Satgas Covid-19 UPT SPF SDN Borong, Syahrina,SPd dan tim yang mengurus admistrasinya. Selain guru, ada juga orangtua murid dari Bunda Pustaka yang diajak berpartisipasi di bagian registrasi.
Rosmiaty,SPd, anggota Satgas Covid-19 SDN Borong, menyampaikan bahwa Satgas yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan, sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes) sebagaimana mestinya.
Penerapan prokes dimulai sejak murid memasuki gerbang sekolah. Ada yang bertugas mengukur suhu badan, juga ada yang meminta siswa bersangkutan mencuci tangan. Bagi siswa yang tidak memakai masker, maka akan diberikan masker oleh pihak sekolah.
Pada bagian lain, bertempat di kelas 4 dan kelas 5, berlangsung kegiatan literasi tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Bahasan terkait APBN disampaikan secara sederhana dengan contoh-contoh konkret dan dekat dengan keseharian anak-anak.
Misalnya, pemateri mengibaratkan APBN seperti uang saku yang diberikan orangtua untuk anaknya. Uang saku itu kemudian digunakan untuk jajan dan keperluan lain. Begitu juga dengan APBN. Ada yang digunakan untuk pendidikan anak-anak, bantuan modal bagi pekerja, penanganan covid-19, dan sebagainya.
Ketua Bunda Pustaka, Perpustakaan Gerbang Ilmu SDN Borong, Dian Friani, merasa gembira melihat aktivitas sekolah yang terasa dinamis meski masih dalam susana pandemi. Anaknya, Andi Muhammad Huga, murid kelas 5 ikut sebagai peserta Kemenkeu Mengajar.
Selain SDN Borong, kegiatan Kemenkeu Mengajar juga secara serentak diikuti oleh SD Inpres Perumnas Antang 3, SD Inpres Antang 1 dan SD Inpres Tamangapa. (rls)
