RANTEPAO, BKM — Akses jalan poros Palopo-Rantepao kini terputus. Material longsoran memenuhi badan jalan, tepatnya di Km 13 Kelurahan Battang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo.
Tanah longsor terjadi di titik ini pada hari Rabu (10/11) pukul 14.40 Wita. Tanah setinggi satu meter menutupi badan jalan, membuat arus lalulintas antarkabupaten putus total.
Belum dipastikan korban jiwa dalam peritiswa ini. Namun, sejumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat langsung berbalik arah mencari jalan alternatif.
Kasim, warga Battang melalui pesan Whatsapp menuturkan, longsor di daerahnya yang melumpuhkan perekonomian dan aktivitas warga. Dia meminta Pemerintah Kota Palopo untuk segera menurunkan alat berat guna membersihkan material longsor.
”Wilayah Battang merupakan sentra produksi pertanian di Palopo. Longsor yang kerap terjadi di daerah ini kiranya dapat menjadi perhatian pemerintah pusat,” kata Kasim.
Informasi yang diperoleh dari lokasi kejadian, menyebutkan longsor di wilayah Battang dan puncak Palopo diduga karena kawasan hutan di sekitarnya sudah mengalami kerusakan. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengancam pemukiman warga sekitar.
Akibat kejadian ini, warga yang hendak menuju Rantepao dan sebaliknya, mencari jalan alternatif lewat Batusitanduk tembus Sangkaropi, Rantepao.
Humas Basarnas Palopo Usman Alwi mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sebelumnya, longsor juga terjadi di puluhan titik sepanjang jalur ini dalam beberapa hari terakhir, yang disebabkan curah hujan tinggi.
Kepala BPBD Palopo Antonius Dengen, mengimbau warga untuk selalu waspada di saat musim penghujan seperti saat ini. Sebab sepanjang jalur tersebut banyak titik yang rawan longsor.
”Untuk kondisi darurat bencana kami selalu siap. Yang jelas, kalau ada bencana, manusianya yang kita usahakan dulu selamat,” pungkas Antonius. (gus/b)
