PAREPARE, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel yang juga Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (TP) bersama ketua DPD II Golkar Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi selaku CEO PSM Makassar meninjau kesiapan Lapangan Andi Makkasau sebagai tempat latihan, Minggu (14/11).
Hal ini sebagai tindak lanjut keinginan PSM menjadikan Stadion Gelora BJ Habibie sebagai homebase PSM Makassar jika kompetisi Liga 1 musim depan sudah menggunakan sistem home dan away.
Dalam pemantauannya, Appi mengapresiasi kinerja TP atas perhatiannya terhadap Pasukan Juku Eja. Appi semakin yakin Kota Parepare sangat tepat untuk markas Wiljan Pluim dan kawan-kawan.
“Ada pekerjaan yang sangat serius yang dilakukan oleh wali kota Parepare dan kami sangat berterimakasih. Insya Allah bisa selesai tepat waktu dan kita akan memulainya untuk menjadikan Parepare menjadi homebase,” urai Appi.
Sementara itu, TP mengatakan, pihaknya melakukan pembenahan Lapangan Andi Makassau dan Stadion BJ Habibie cukup serius. Untuk APBD Tahun 2022, pihaknya kembali mengangarkan untuk perbaikan dan pemeliharaan. Bagi kepala daerah yang akrab disapa Pak TP ini, kehormatan besar PSM Makassar bisa bermarkas di Kota Parepare. PSM Makassar merupakan simbol pecinta sepak bola masyarakat Sulsel.
“Kami sebagai penentu kebijakan dalam penganggaran pasti merasionalisasi. Kita tidak main-main karena selera Pak Appi itu mendunia. Saya mau mau hadirkan Stadion BJ Habibie itu sesuai ekspektasinya beliau,” katanya.
Sehari sebelumnya, TP menghadiri puncak peringatan HUT Partai Golkar ke-57, dilapangan Bakti Rantepao, Sabtu (13/11).
TP TP bahkan turun ketengah lapangan berorasi didampingi pengurus DPD I, DPD II, AMPG dan KPPG meski diguyur hujan.
Pada orasi itu, TP mengakui kinerja ketua panitia pelaksana HUT Golkar, John Rende Mangontan (JRM), dan Bupati Toraja Utara, Johanis Bassang (Ombas).
Pasalnya diluar dugaan kedua kader tulen Golkar ini piawai mengemas berbagai rangkaian acara HUT, “Dan hari ini kembali membuktikan mampu menghadirkan kader dan simpatisan partai berlambang pohon beringin rindang yang memadati lapangan Bakti Rantepao,”jelas TP.
TP juga mengakui dinamika politik Partai Golkar telah melewati tiga zaman, orde lama, orde baru, dan orde reformasi.
Namun di orde reformasi Golkar belum pernah menang di pemilu, sehingga menyongsong Pilpres, Pileg, dan Pilkada tahun 2024 Partai Golkar harus bulat mengusung ketua umumnya Airlangga Hartarto sebagai calon presiden sesuai hasil Munas.
Menurut TP untuk memenangkan Pemilu tidak mudah, sebab ditentukan kerja politik para kader dan legislator dalam meraih simpati rakyat.
“Saya sudah tidak ragukan Tana Toraja dan Toraja Utara sebagai lumbung suara Golkar. Namun kemenangan dan kesuksesan dirawat dan dipelihara dengan baik, sebab Toraja ini unik dan spesifik. Berinteraksi merebut hati masyarakat Toraja juga punya cara tersendiri,”puji TP.
Hadir apda jalan santai yakni JRM, Wabup Tana Toraja Zadrak Tombeg, Ketua DPD II Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batara, Ketua DPRD Welem Sambolangi, ketua harian Satgas Tana Toraja Semuel Tande Bura, dan Kejari Makale.
JRM yang juga ketua Baperda Sulsel ini tidak menampik jika membludaknya peserta jalan santai, menjadi salah satu bukti Toraja gudangnya suara Golkar di Sulsel. (gus-mup/rif/c).

