Site icon Berita Kota Makassar

Damri Akui Trans Mamminasata Membawa Angin Segar

MAKASSAR, BKM– Beroperasinya kembali layanan Teman Bus melalui Program Buy The Service (BTS) pada Trans Mamminasata di kota Makassar oleh kemenhub tentu membawa angin segar, dimana sebelumnya operasional Bus Traffik Transit (BRT) Mamminasata selalu merugi.

Manager Tata Usaha dan Operasional Damri Cabang Makassar, Misran Hakim, mengatakan, perjuangan untuk mendapatkan bantuan untuk mengoperasionalkan kembali Mamminasata akhirnya berbuah hasil. Hal tersebut berkat mengintensifkan sinergitas dengan Pemprov Sulsel guna mendapatkan subsidi transportasi perkotaan dari kementerian perhubungan.
“Ini sebuah langkah konkret untuk lebih mendorong Trans Mamminasata kedepannya lebih baik lagi. Apalagi, telah mendapatkan bantuan layanan BTS Trans Mamminasata yang kini melayani empat rute di Makassar,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (15/11).

Lanjutnya bahwa rute yang disediakan di Makassar melayani Koridor 1 Terminal Mallengkeri-Unhas sebanyak 21 unit bus, Koridor 2 Mall Panakkukang-Bandara Sultan Hasanuddin sebanyak 18 unit bus, Koridor 3 Kampus 2 PNUP- Kampus 2 PIP sebanyak 25 unit bus, dan Koridor 4 Pelabuhan Soekarno Hatta-UIN Samata sebanyak 17 unit bus.
“Tentu kalau sekarang keberlangsungan Trans Mamminasata telah mendapat jaminan dari Kementerian Perhubungan. Kita juga akan mengupayakan menjaga konsistensi Trans Mamminasata,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Transportasi Mamminasata, Prayudi Syamsibar , memaparkan secara total ada 154 halte BRT di kawasan Mamminasata. Dari total tersebut hanya 49 unit yang masih aktif beroperasi.
“Kerjasama antara Damri dan pemprov memang sudah selesai lima tahun sesuai kerjasama MoU sejak tahun 2014 lalu kurang lebih 35 unit. Sementara Trans Mamminasata murni merupakan bantuan perhubungan melalui Program By The Service. Pada Trans Mamminasata total 87 unit,” jelas Prayudi Syamsibar.
Sebelumnya, Pelaksana tugas Gubernur Provinsi Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan, pengoperasian transportasi massal BRT lalu menjadi pengalaman agar untuk operasional Bus Trans Mamminasata akan dikelola dengan lebih baik.

“Kita harus belajar dari pengalaman yang lama, melihat BRT dan segala kondisinya yang dulu kemudian mangkrak bahwa tentu ini adalah bagaimana kita merecovery kembali dengan sistem yang lebih baik. Ini sudah ada dari kementerian sebagai leading kita bekerja sama untuk masalah kebijakan dari kementerian dan dari Pemprov. Tentu ini ada pelibatan dari pihak ketiga yang memang memiliki corp bisnis yang Sudah berhasil di beberapa tempat,” tegasnya.(ita-jun)

Exit mobile version