GOWA, BKM — Pabrikasi atau Mini Factory Milk Gowa yang berlokasi di Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Parangloe, ditarget selesai pembangunannya pada 2023 mendatang.
Hal itu ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama pabrikasi susu bekerjasama PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory) ini di atas Bukit Bolangi yang merupakan daerah batas Kecamatan Parangloe dan Pattallassang, Senin siang (15/11).
Peletakan batu pertama pembangunan Mini Factory Milk ini dilakukan langsung Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni dan para Forkopimda serta Manager Farm PT Sumber Cita Rasa Alam, Dadang Suriana.
Dalam kesempatan itu, Dadang Suriana mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan Mini Factory Milk dan Pariwisata Cimory Dairyland akan mengolah produk susu dengan nama brand Malino Milk.
”Tentunya kita berharap agar pembangunan mini factory ini bisa tuntas dalam setahun ke depan dengan investasi Rp20 miliar. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gowa nantinya,” jelas Dadang.
Dia juga menyebutkan, dalam pelaksanaan operasional pabrikasi susu ini nantinya pihaknya akan mempekerjakan tenaga lokal sekitar lokasi dan Gowa secara umum. Dadang merespon permintaan bupati Gowa yang berharap tenaga kerja lokal nanti sebanyak 70 persen tenaga kerja lokal.
Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, peletakan batu pertama Mini Factory Milk ini adalah sebuah langkah baru, tahap demi tahap berjalan pasca penandatanganan MoU dan pengembangan sapi perah serta penyediaan lokasi pakan ternak di Kecamatan Tombolopao.
”Ini adalah bukti bahwa pihak Cimory terus memperlihatkan keseriusannya melakukan investasi di Gowa. Apalagi sudah ada 15 orang kita utus ke Baturaden dan dilatih sebagai tenaga teknis. Kita berterimakasih kepada pak Menteri Pertanian RI, Syahrul YL yang menggiring Cimory ke Gowa ini. Sebenarnya, Cimory bukan mau berinvestasi di Gowa. Namun karena Pak Mentan membuka jalan, sehingga Cimory mau berinves di Sulsel dan kemudian memilih Gowa. Sebab hanya Gowa yang memiliki kawasan sempurna, yakni di Parangloe ini. Dimana, kita bisa menikmati pemandangan waduk Bilibili dari atas, pemandangan langit pemandangan gunung dan hutan dan kita bisa melihat indahnya kota Makassar juga,” jelas Adnan.
Terpilihnya lokasi pembangunan Mini Factory Milk ini diakui Adnan kini menjadi ikon baru pariwisata Gowa. ”Jadi nanti susu hasil perahan dari lokasi pabrikasi pemerahan susu di Tombolopao itu akan diolah dan dikemas di Mini Factory Milk. Nanti nama produk kemasannya bukan lagi Cimory Milk tapi Malino Milk. Kita yakin usaha ini akan berjalan baik karena pembeli kita sudah ada yakni pihak Cimory sendiri. Insya Allah kita siap memproduksi 2.000 hingga 3.000 susu per hari dari masing-masing 20 hingga 30 liter susu yang diperoleh dari para peternak sapi perah yang ada di Tombolopao,” tambah Adnan.
Bupati Gowa pun yakin, hal ini akan menjadi prosfek yang bagus untuk masyarakat Gowa baik dari segi ekonomi maupun SDM terkhusus untuk pendapatan sektor pariwisata.
”Ini akan jadi ikon pariwisata baru sebab penjualan susu segar kemasan ini nantinya dipadukan dengan pariwisata. Bulan depan atau Desember besok, 200 ekor sapi perah impor dari Australia akan tiba. Ke depannya nanti kita mau galakkan minum susu bersama para anak sekolah khususnya di tingkat SD di Gowa. Kita ingin gizi anak-anak kita di Gowa terpenuhi sehingga SDM generasi kita lebih baik di masa datang,” papar Adnan. (sar)
