MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengunjungi posko banjir dan bencana di dua kecamatan, yakni Kecamatan Panakkukang dan Manggala. Kunjungan pada hari Selasa (16/11) itu dilakukan untuk melihat kesiapan seluruh personel yang ada hingga ke lapisan paling bawah.
Selain itu, Danny juga turun untuk memberi motivasi, khususnya kepada satgas drainase dan kebersihan untuk mulai siaga dalam menghadapi musim hujan yang diprediksi akan memasuki puncaknya pada Desember mendatang.
Posko bencana pertama yang didatangi adalah di Kantor Kecamatan Panakkukang. Di sana, Danny memerintahkan agar mengaktifkan kontainer recover sebagai posko siaga bencana, khususnya mengantisipasi terjadinya banjir, angin kencang dan puting beliung.
Diapun berharap posko kelurahan menjadi titik pemantauan sejauh mana kerawanan banjir bisa terjadi akibat curah hujan yang tinggi.
“Kita ini baru terpengaruh musim timur. Sebentar lagi kita akan masuk pengaruh musim barat. Kalau musim barat itu biasanya disertai angin. Itu sudah terasa sekali. Sehingga kita harus mitigasi. Kita harus siaga,” ungkapnya.
Di kantor Camat Panakkukang, Danny mengumpulkan satgas drainase dan petugas kebersihan untuk diberi instruksi langsung bagaimana bekerja maksimal meminimalisir banjir akibat sampah. “Saya meminta kalian lebih tanggap ketika hujan deras. Bagaimana melancarkan aliran air di drainase.
Sumbatan-sumbatan akibat sampah itu yang paling dominan sehingga pada saat hujan itulah kalian bertugas memastikan air lancar,” jelasnya.
Dia pun memastikan jika aparat TNI/Polri siap membantu jika sewaktu-waktu dibutuhkan di lapangan.
Sejauh ini, kata Danny, belum ada laporan terkait banjir parah yang terjadi di wilayah Makassar. Yang ada baru sebatas genangan dan itu sudah diatasi.
Danny menjelaskan, yang tergenang air saat ini adalah wilayah Tello Baru, Kecamatan Manggala. Ada air yang memang terjebak di lokasi tersebut. Namun, pihaknya sudah memerintahkan untuk memompa air yang tidak bisa mengalir tersebut.
“Tadi pagi (kemarin pagi) saya sudah perintahkan pemompaan. Genset dan sudah ada di tempat untuk memompa keluar air yang terjebak,” jelasnya.
Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, menurut Danny, ada dua kecamatan yang paling parah banjirnya jika musim hujan, yakni Manggala dan Biringkanaya. Namun sejauh ini, kondisi di dua kecamatan tersebut masih normal.
“Biasanya kalau sudah seperti sekarang, sudah ada tergenang di sana. Namun saat ini kondisi masih normal,” jelasnya.
Itu karena, Pemkot Makassar bersama Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang sudah mengeruk sedimen dan membuat triase sungai.
Begitu juga di Blok IX dan X Antang, Kecamatan Manggala. Ada jembatan yang menghambat aliran air akan diperbaiki tahun depan.
Untuk penanganan banjir, Danny juga berencana melibatkan tim detektor yang akan bertugas melakukan pemantauan, pengendali, sekaligus relawan jika dibutuhkan saat banjir terjadi.
Kepada seluruh masyarakat, ia mengimbau agar senantiasa siaga dalam menghadapi musim penghujan. Jangan membuang sampah sembarang tempat, khususnya di saluran drainase.
Selain itu, hati-hari dengan listrik karena dikhawatirkan timbul arus pendek. Selain itu, waspadai angin kencang yang bisa membuat pohon tumbang. Oleh karenanya hindari pohon-pohon besar saat cuaca buruk, hujan deras dan angin sedang kencang.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin mulai menyiagakan peralatan yang dimilikinya untuk menghadapi bencana banjir. Seperti tenda, booth, dapur umum, selimut dan perlengkapan lainnya yang bersifat emergency kit. “Kita sudah siagakan peralatan. Jadi ketika terjadi banjir, semua sudah siap,” kata Hendra.
Sesuai protap, BPBD sudah menyiapkan potensi di setiap titik. Sejumlah personel disiagakan untuk melaporkan kondisi terakhir di titik rawan banjir. Bahkan, jika status posko siaga ditingkatkan menjadi posko darurat, maka BPBD akan segera berkoordinasi dengan instansi samping, seperti Brimob dan TNI Angkatan Laut.
“Jadi ketika air mulai tergenang, kita sudah siapkan posko siaga. Ketika intensitas hujan sudah tinggi, kita tingkatkan status posko darurat. Begitu SOP-nya,” terang Hendra.
Sebelumnya, BPBD juga telah memassifkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjelang musim penghujan. Mengingat, ada sejumlah titik di Makassar yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya. (rhm)
