APAKAH Anda pernah mendengar jurusan metalurgi di perguruan tinggi? Mungkin masih banyak yang asing sehingga kurang mengetahuinya. Seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) asal Toraja Utara, Yosep Bello berbagi tentang hal itu.
MENGENAKAN jas almamater UI, Yosep hadir dalam podcast untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Rabu (17/11). Mahasiswa yang lahir di Polongaan, 11 Agustus 2002 ini menceritakan awal mula ia tertarik tentang ilmu teknik hingga akhirnya menjatuhkan pilihan untuk kuliah di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Metalurgi dan Material UI.
Alumni SMA Kristen Barana, Toraja Utara ini masuk UI melalui jalur undangan di SNMPTN (Seleksi NasionalMasuk Perguruan Tinggi Negeri). Selain dirinya, ada tiga rekannya yang lain juga lolos UI dengan jalur serupa. Masing-masing dua lelaki dan satu perempuan. Mereka diterima pada fakultas dan jurusan yang berbeda.
”Sebenarnya saya bercita-cita bisa masuk Fakultas Kedokteran di Yogyakarta. Jadi saya terus memotivasi diri untuk semangat belajar. Juga banyak mengikuti lomba sewaktu di SMA, seperti OSN. Lomba yang saya ikuti waktu itu kebanyakan untuk bidang fisika. Karena sering ikut lomba akhirnya tertarik untuk mengambil jurusan teknik,” tutur Yosep.
Diapun mencari tahu tentang teknik apa yang bagus. Setelah berkonsultasi dengan guru, teman, serta orangtua, akhirnya Yosep menetapkan hati memilih Teknik Metalurgi dan Material. Ia mengklaim prospek jurusan ini sangat bagus. Alumninya juga masih sangat sedikit di Indonesia. Selain di UI, jurusan ini ada pula di ITB, ITS, serta beberapa kampus lainnya. ”Jumlahnya kurang sari 10 kampus yang punya jurusan ini,” ujarnya.
Sesuai namanya, mahasiswa teknik metalurgi banyak belajar tentang metal atau aneka jenis logam. Mulai dari ekstraksi logam, pemprosesannya di alam, hingga menjadi material seperti yang diinginkan. ”Jadi benar-benar belajar dari awal sampai pengaplikasian material tersebut. Sehingga alumni jurusan ini banyak bekerja di perusahaan ekstaraksi logam dan produksi manufaktur,” jelasnya.
Anak keenam dan tujuh bersaudara ini masuk UI pada tahun 2020. Artinya, ia kini duduk di semester tiga. Otomatis, karena pandemi Yosep menjalani kuliah secara daring dan belum pernah kuliah langsung di kampus.
Menurutnya, sistem belajar daring sangat membutuhkan kedisiplinan. Gangguan dan godannya sangat besar. Karena itu, ia selalu berusaha mempersiapkan tempat yang aman dan nyaman ketika hendak kuliah online.
Yosep sedikit berbagi tips agar bisa masuk di kampus PTN yang diinginkan seperti UI. ”Memang banyak siswa SMA yang punya mimpi seperti itu namun kurang keberanian. Padahal intinya adalah persiapkan diri dengan banyak belajar. Kenali dan cari tahu informasi tentang PTN. Perbanyak diskusi dengan guru, teman dan keluarga. Jangan percaya mitos-mitos tentang SNMPTN,” terangnya. (*/rus)
