Site icon Berita Kota Makassar

Sopir Petepete Bisa Beralih ke Teman Bus

MAKASSAR, BKM — Sopir angkutan kota atau petepete ternyata antusias dengan kehadiran Trans Mamminasata atau Teman Bus. Hal ini merupakan bentuk dukungan mereka pada moda transportasi baru itu.

Hal itu ditegaskan, Ketua Organisasi Angkatan Darat (Organda) Makassar, Zainal Abidin. Zainal menambahkan, sopir petepete diberikan ruang untuk beralih menjadi sopir Teman Bus. Mereka yang berminat dipersilahkan mengikuti tes menjadi sopir Teman Bus.
“Alhamdulillah banyak antusias teman-teman sopir petepete mau menjadi sopir Teman Bus. Saat ini, ada yang sedang uji coba. Kemudian yang lain sudah ada beberapa dites. Namun kan ada juga beberapa persyaratan yang harus dilalui,” kata Zainal, Rabu (17/11) saat dihubungi via telepon.
Organda Makassar mendukung kehadiran Teman Bus sebagai program pemerintah dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman dan nyaman. Selama hal itu tidak menganggu jalur petepete yang sudah ada sejak lama.
Pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait Teman Bus. Zainal berharap dengan hadirnya Teman Bus justru membawa keberuntungan bagi sopir yang ada di Kota Makassar.
“Bukan berarti hadir kendaraannya Teman Bus maka kita harus berkecil hati. Kita bisa berharap dengan adanya Teman Bus maka ada pelayanan publik yang bagus sehingga masyarakat meninggalkan kendaraan pribadinya dan menggunakan Teman Bus,” ujar Zainal.
Meskipun Teman Bus hadir dengan konsep yang lebih modern, Zainal tetap yakin ada masyarakat yang menggunakan petepete. Hal itu karena rute Teman Bus memang sengaja dibuat berbeda dengan rute petepete.
Organda sempat menolak saat ada rute Teman Bus yang sama dengan rute petepete. Namun setelah pembahasan lanjut, rute Teman Bus yang kini disepakati tidak menganggu jalur petepete.
“Setelah menggunakan Teman Bus karena sistem masih belum terkoneksi 100 persen sampai ke rumahnya, maka secara otomatis pasti ada yang menggunakan petepete untuk melanjutkan perjalanannya,” jelas Zainal.
Kehadiran Teman Bus memang sempat dikhawatirkan akan bersinggungan dengan petepete. Namun Organda justru menganggap bahwa Teman Bus hadir sebagai alternatif angkutan massal.
Kehadiran Teman Bus diharapkan membawa angin segar bagi sopir petepete yang hendak beralih ke Teman Bus. Pasalnya, gaji yang ditawarkan untuk sopir Teman Bus cukup fantastis.
“Kami berharap dari sopir petepete dengan penghasilan yang minim karena pandemik, maka dengan berpindahnya dan bisa diterima sebagai sopir Teman Bus, gajinya lebih membanggakan karena gajinya kurang lebih Rp6 juta satu bulan,” katanya.(jun)

Bergaji Rp6 Juta

SEMENTARA ITU, Kepala UPT Mamminasata, Prayudi Syamsibar, mengatakan, gaji Rp6 juta untuk sopir Teman Bus merupakan upaya untuk mengubah stigma sopir angkutan kota yang lusuh dan tidak terawat. Belum lagi mereka harus kejar setoran yang terkadang ada hasil ada juga tidak.

“Itu yang coba kita ubah. Pakaiannya seragam, beberapa bersertifikasi. Jadi kalau mau kerja di tempat lain bisa. Dengan gaji dia tidak perlu lagi pikir kejar penumpang, yang penting manajemen waktu. Ini 100 persen dari Makassar,” kata Prayudi.

Prayudi mengatakan sopir Teman Bus nantinya akan mendapat gaji pokok, insentif, BPJS, dan tunjangan lainnya. Dia mengatakan pihaknya selaku penyedia jasa memang bekerja sama dengan Organda untuk merekrut sopir Teman Bus.
“Organda kota diminta tolong untuk memasukkan dan merekomendasikan teman-teman driver yang berminat. Banyak rekomendasi dari Organda dan sebagian lagi mendaftar mandiri,” kata dia. (jun)

Exit mobile version