SEHARI Sebelumhnya, politisi Partai Golkar yang juga pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily mendorong Taufan Pawe (TP) maju dan bertarung di pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel 2024.
Hal itu ia lontarkan Ace Hasan saat berkungjung ke Kantor Wali Kota Parepare, Rabu (17/11).
Kunjungan Ace dalam rangka pengawasan Program Perlindungan Bantun Sosial di Parepare.
Dorongan untuk TP, maju di Pilgub Sulsel berawal saat Anggota DPR RI Samsu Niang menyebut Ketua Golkar Sulsel itu sebagai calon gubernur Sulsel pada sela-sela sambutan Ace Hasan.
“Ini (TP) ketua saya di Sulsel. Kalau pak Samsu Niang bilang cocok sebagai calon gubernur, apalagi saya. Prestasinya menunjukkan sudah harus seperti itu,” kata Ace Hasan.
Ace yang juga Ketua DPP Partai Golkar ini menjelaskan, dorongan ini bukan tanpa alasan. TP salah satu kader Golkar yang berprestasi sebagai kepala daerah. Ace mengapresiasi penanganan Covid-19 di Parepare. Sebagai kota niaga, TP berhasil mengendalikan Covid-19.
“Saya yakin di bawah kendali Pak Taufan Pawe Kota Parepare bangkit. Karena kunci dari pemulihan ekonomni adalah kita berhasil menangani kesehatan. Saya lihat di Parepare per tanggal hari ini positivity rate-nya 0,0 %. Ini yang harus kita apresiasi dari apa yang dilakukan Pemkot Parepare,” katanya.
Bahkan Ketua Golkar Institute ini berharap, pemerintah daerah di Indonesia bisa mengunjungi Parepare untuk belajar dalam penanganan Covid-19 dan inovasi-inovasi untuk mensejahterahkan masyarakat.
“Apa yang dilakukan pak wali kota (Taufan Pawe) kita ini sekali lagi patut dicontoh pemeritah derah lain. Penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan rakyat di Kota Parepare sangat baik,” bebernya.
Sementara itu, TP mengatakan, kunjungan Komisi VIII DPR RI merupakan suatu kehormatan besar baginya.
“Saya secara pribadi dan atas nama masyarakat saya, bangga sebangga -bangganya pada pertemuan ini. Saya sudah delapan tahun menjadi wali kota, namun baru kali ini ada kunjungan atas nama komisi,” ungkap TP.
Kepala daerah berlatar belakang profesional hukum ini menambahkan, Pemkot Parepare telah berkomitmen dengan baik dalam mengawal bantuan sosial. Bahkan sejak awal pemerintahannya, pihaknya mengedepankan program-program bantuan sosial.
“2014 dulu ada istilah beras raskin yang harus ditebus Rp24 ribu. Tapi karena komitmen, saya mengeluarkan kebijakan menggratiskan raskin untuk warga saya. Tahun berikutnya, karena kita ini pelayanan masyarakat. Bukan hanya menggratiskan, tetapi kita antar sampai depan rumahnya,”jelasnya.
Dalam kunjungan itu juga hadir Matinda Rumambi, Arwan M. Aras, Ina Ammania, Muhammad Ali Ridha, Idah Syahidah Rusli Habibie, Jefry Romdonny, Sri Wulan, Nurhuda, Hasani Bin Zuber, Muhammad Rizal dan Samsu Niang. (rif)
