KAMIS (18/11) pagi, suasana di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Beroangin, Kecamatan Tallo, Kota Makassar tampak berbeda dari sebelumnya. Banyak anak-anak berseragam yang masuk sekolah. Dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan mencuci tangan mereka lakukan sebelum masuk kelas.
BKM berkunjung ke sekolah ini, kemarin, bertepatan dengan hari pertama menerapkan PTM. Murid-murin tampak bersemangat. Begitu pula dengan para guru.
Arsi Arsyad, seorang guru kelas VIc menyebutkan, ada dua tingkatan kelas yang masuk mengikuti PTM kemarin. Masing-masing kelas V dan VI. Setiap kelas ada tiga rombongan belajar (rombel). Berarti, terdapat enam kelas yang melaksanakan PTM. ”Ada kurang lebih 80-an murid yang PTM hari ini (kemarin),” ujar Arsi.
SDN Beroangin yang juga masuk sebagai Sekolah Penggerak di Kota Makassar memiliki 500 lebih murid. Sekolah ini juga menuju Sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Muridnya bahkan diikutkan pelatihan secara aktif untuk program tersebut.
”Anak-anak gembira sekali dengan pelaksanaan PTM. Bahkan sebelum jam tujuh mereka sudah ada di sekolah. Itu karena sudah lama tidak sekolah tatap muka. Selama ini hanya lewat daring,” terang Arsi Arsyad lagi.
Murid kelas VIc yang disapa oleh BKM, tampak begitu antusias. ”Apakah kalian rindu belajar seperti ini?” tanya BKM. ”Rindu……” jawab mereka dengan suara keras yang kompak.
Sarah selaku ketua kelas VIc yang ditanya tentang penerapan prokes, mengaku selalu memakai masker ketika ke sekolah. Hal ini berbeda dengan sebelumnya.
Tanya jawab juga dilakukan BKM dengan wali kelas dan murid kelas VIa. Diperoleh penjelasan bahwa selama pembelajaran daring, murid-murid sesekali datang ke sekolah untuk menyetor tugas.
”Walau kita sering belajar daring, rasanya beda kalau bertemu langsung seperti ini,” ujar wali kelas VIa.
Ketua kelas VIa Putra Pratama, mengaku tidak senang ketika pembelajaran harus daring. ”Tidak bisa bertemu teman-teman secara langsung,” begitu alasannya. (*/rus)
