Site icon Berita Kota Makassar

Galang Swadaya Lewat Ngopi Sambil Sedekah

KREATIVITAS dan inovasi wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Karena itulah salah satu cara untuk membangun daerah. Zulkifli, Kepala Dusun Bangkowa, Desa Baturappe, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa melakukan hal itu.

HADIR di studio Podcast Berita Kota Makassar yang videonya telah tayang di kanal Youtube, Zul –sapaan akrab Zulkifli– menjelaskan apa yang telah dilakukannya di Bangkowa. Walau usia kepemimpinannya tergolong masih seumur jagung, namun ia telah melakukan banyak hal untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan daerahnya.
Tiga hari pascadilantik sekitar empat bulan lalu, Zul langsung turun memberi fasilitas untuk masyarakat. Sebanyak enam unit lampu penerangan jalan dipasang.
Selang satu minggu kemudian, dilakukan pengerjaan sebuah pintu gerbang besar untuk masuk ke dusun. Setelah selesai, gerbang tersebut dipercantik dengan menghiasinya lampu berwarna sepanjang tujuh meter ke belakang sebanyak lima baris.
”Sejak pintu gerbang itu dipasang, hampir setiap malam warga dari luar yang berkunjung ke Dusun Bangkowa selalu singgah untuk berfoto. Pemandangannya memang terlihat menarik,” ujar Zul yang datang ke kantor BKM didampingi istrinya Hajrah.
Lalu dari mana memperoleh anggaran untuk merealisasikan kedua program tersebut? Ayah dua anak ini mengaku mendapatkannya secara swadaya masyarakat dari kumpul-kumpul warga sambil ngopi. Termasuk bantuan dari anggota DPRD Kabupaten Gowa
Menyusul keberhasilan menggalang dana tersebut, Zul telah menyusun sebuah program yang akan dilaksanakan mulai Januari 2022 mendatang. Namanya ngopi sambil sedekah.

”Jadi nanti akan kita sediakan sebuah kotak yang bernama kotak sedekah. Setiap warga yang berkunjung diharapkan bisa menyisihkan sedikit rezekinya untuk pembangunan Dusun Bangkowa. Tiga bulan kemudian kotaknya kita buka dan hitung berapa sedekah yang terkumpul. Kalau sudah dianggap mencukupi, kita akan gunakan untuk membangun sesuatu sesuai yang dibutuhkan masyarakat,” terang Zul.
Karena 99 persen penduduk Dusun Bangkowa berprofesi sebagai petani jagung dan peternak, maka yang pertama dibenahi ke depannya adalah jalan tani. Hal itu sejalan dengan aspirasi masyarakat yang banyak mengusulkan pembangunan jalan tani.
”Kita sudah menimbun untuk pembangunan jalan tani sepanjang 10 meter. Nantinya akan dicor pada kedua sisinya. Ini juga tahap ujicoba. Dananya swadaya masyarakat,” jelas Zul lagi.
Proses pengerjaannya juga melibatkan penduduk setempat. Diakui Zul, gotong royong masih kuat melekat di tengah masyarakat Bangkowa. Bahkan setiap hari Sabtu mereka rutin melaksanakan kerja bakti.
Secara umum, masyarakat Bangkowa berjumlah 450 jiwa sesuai DPT (Daftar Pemilih Tetap). Namun untuk saat ini, yang bermukim di wilayah tersebut kurang lebih 300-an orang. Selebihnya banyak yang merantau ke Kalimantan dan daerah lain.

Lalu bagaimana cara Zul menggalang swadaya masyarakatnya? ”Perbanyak silaturahmi. Jadi setiap malam saya biasa berkunjung ke rumah warga. Di rumah saya juga buka Posko Balla Aspirasi. Setiap selesai salat Isya, ada kurang lebih 20-an warga yang datang untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka mengusulkan apayang mesti dilakukan. Yang paling banyak masuk untuk pembangunan jalan tani,” jelasnya.
Sebagai wilayah yang berada di dataran tinggi Gowa, Bangkowa juga memiliki potensi wisata yang cukup menjanjikan. Zul menyebut di wilayahnya terdapat air terjun serta hutan pinus yang ke depannya akan dikembangkan sebagai obyek wisata. Ada pula Gunung Maya yang bisa jadi lokasi pendakian.
Zul yang pernah menjabat sebagai ketua Karang Taruna Desa Baturappe, telah berusaha memperkenalkan Bangkowa ke pihak luar. Sebuah event camping dilaksanakan beberapa waktu lalu. Saat itu pengurus Karang Taruna memperkenalkan produksi keripik, bakso, dan teh kelor.
Untuk itu, Zul bersama pemerintah desa setempat akan berkolaborasi mengembangkan destinasi wisata yang ada. (*/rus)

Exit mobile version