Site icon Berita Kota Makassar

Kenaikan Tarif Harus Realistis Sesuai Jarak

MAKASSAR, BKM– Kenaikan tarif angkutan dalam kota (Angkot) yang secara tiba-tiba diberlakukan tanpa perlu menunggu penyesuaian harga dari Pemerintah Kota Makassar mengundang reaksi dari warga untuk bersuara.

Sebagai pengguna jasa mobil angkutan umum atau akrab dengan sebutan pete-pete, warga menilai kenaikan tarif pete-pete sebesar Rp2.000 terbilang sangat tinggi. Dari rata-rata pembayarannya hanya Rp5.000 sudah menjadi Rp7.000.
Walaupun dinilai kenaikan tarif pete-pete memang perlu dilakukan beralasan BBM jenis premium sudah tidak ada lagi, Tapi kenaikan tarifnya jangan terlalu tinggi. Mahal dan membuat warga berpikir banyak menggunakan moda transportasi konvensional tersebut. Perlu koordinasi bersama pemerintah kota agar tarifnya bisa disesuaikan.

“Kalau salah satu alasan kenaikan tarif angkot lantaran sudah tidak adanya lagi BBM jenis premium dijual, maka kenaikan wajar saja diberlakukan. Tetapi tarifnya tidak boleh tinggi. Harus realistis juga menaikkan tarif,” sebut Oktha Adhitya, seorang mahasiswa yang juga merupakan Ketua Barisan Mahasiswa Makassar Anti Korupsi.
Dia juga menyebut, pemerintah kota harus hadir bersama pihak angkot untuk menetapkan harga tarif yang realistis melalui pertimbangan jarak.
“Jangan sampai jaraknya dekat lalu dibayarkan dengan tarif tinggi. Penetapan tarif harus melibatkan pemerintah kota,” tambahnya. (arf)

Exit mobile version