BELOPA, BKM — Kerja keras lintas sektor dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Luwu sebagai Kabupaten Sehat berbuah manis.
Pemkab Luwu meraih penghargaan Swasti Saba Wistara 2021, Rabu (17/11).
Penghargaan Swasti Saba Wistara merupakan anugerah tertinggi Kabupaten/Kota Sehat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Apresiasi kepada kabupaten/kota yang berhasil membebaskan Desa/Kelurahan dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau telah dinyatakan ODF (Open Defecation Free).
Bupati Luwu, H Basmin Mattayang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menkes RI, Mendagri dan terkhusus kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota Sehat
“Alhamdulillah, kita menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Kesehatan, Mendagri dan terkhusus pada Tim Penilai KKS, atas penghargaan tertinggi Swasti Saba Wistara yang pertama kali di raih Kabupaten Luwu. Ini adalah perjuangan yang cukup panjang karena kita harus terus berjuang dalam kurun waktu 10 tahun hingga berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wistara ini,” ujar Basmin di Hotel D’ Maleo kemarin.
Basmin mengajak masyarakat berupaya menjaga kebersihan lingkungan untuk mengoptimalkan dan meningkatkan Kesehatan masyarakat.
“Harapan kita semoga Forum KKS mampu mempertahankan prestasi ini dan selalu jadi motivator ditengah-tengah masyarakat demi mempertahankan Kabupaten Luwu sebagai Kabupaten sehat untuk meningkatkan Kesehatan masyarakat”, tambahnya.
Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Kabupaten Luwu Hj Hayarna Basmin mengungkapkan rasa syukur dan bahagia atas capaian tersebut.
“Pertama-tama saya ucapkan puji syukur kepada Allah SWT, khusus bagi kami selaku ketua dan anggota Forum KKS beserta seluruh tim pembina, dimana hari ini kami mampu membuktikan, untuk pertama kalinya Kabupaten Luwu meraih penghargaan Swasti Saba Wistara”, kata Hayarna. Menurutnya, capaian ini tak terlepas dari arahan dan pembinaan langsung dari Bupati Luwu, H Basmin Mattayang, agar tercapai kondisi kabupaten Luwu yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi masyarakat. Dengan cara terlaksananya berbagai program kesehatan dan sektor lain sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakat.
“Alhamdulillah pencapaian ini berkat dukungan dari Pemkab dan seluruh elemen masyarakat dalam memenuhi tujuh tatanan sebagai indikator penilaian KKS,” jelasnya. (*)
