pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Desa Pappandangan Berbenah tiada Henti

POLMAN, BKM — Desa Pappandangan berbenah. Hal ini sejalan dengan juknis Permendes RI Nomor 6 Tahun 2020, pengertian Pemdes, pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa yaitu Pemdes adalah penyelenggara urusan
pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistim Pemerintahan di Indonesia.

Sedangkan pembangunan desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan
kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.
Pemberdayaan masyarakat desa adalah upaya mengembangkan kemandirian
dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap,
keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran serta memamfaatkan sumber
daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan dan pendampingan
yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat
desa.

Kades Pappandangan Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar, H Makmur di ruang kerjanya mengatakan Desa Pappandangan tiada henti melakukan terobosan untuk memajukan pembangunan dan kesejahteran masyarakat hingga saat ini berbenah menuju kemandirian bakal bekerja sama dengan akademisi salah satupeguruan tinggi yaitu Unasman.
Beberapa pertimbangan dikatakan setelah kami sikapi dan mencermati
semua kebijakan-kebijakan pimpinan, stakeholders maupun pusat dan
kabupaten. Posisi desa tampaknya mungkin ada merasa bingung untuk
membangun, sementara keinginan para pimpinan mulai dari pusat sampai
daerah mengharapkan desa bisa mandiri, sehingga kemandirian sebuah
desa harus memiliki beberapa indikator yang dipenuhi.
Sehingga Kades Makmur berpikir, salah satu pendapat untuk menggenjot
kemajuan ekonomi desa deibutuhkan terobosan yaitu perlu melibatkan
akademisi untuk mendampingi desa/pemerintah desa. Maklum Kades cukup banyak urusannya. Semua urusan masyarakat diurusi sehingga tidak fokus pada salah satu kegiatan, maka diharapkan peran akademisi mendampingi Pemdes agar mereka bisa lebh terarah dan fokus kepada pengembangan ekonomi desa.
Makmur menceritakan pengalamannya selama ini dari awal ia menjabat
Kepala Desa mulai masa sebelum pandemi kita sering dibawa ke Jawa
untuk studi banding. Pengalaman yang ia petik di Jawa rata-rata desa yang maju karena ada akademisi dibelakangnya, maka ia berpikir terobosan yang harus kita lakukan bekerjasama dengan akademisi.
Meskipun desa jauh kalau ada akademisi dibelakangnya maka desa itu
berpotensi bisa maju karena dalam bentuk kerjasama, Aademisi membantu
kita menggali potensi apa yag harus dilakukan oleh masyarakat dan
pembinaannya dibentuk kelompok-kelompok masyarakat.
Saat dia mencoba bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Sulbar yaitu Unasman dan tinggal membuat MoU. Semua potensi SDA Desa Pappandangan sudah ditinjau bahkan dia sudah minta profil desa, ingin mengidentipikasi
masalah-masalah dimasyarakat yang ada, kira-kira bagaimana solusi yang
harapkan.
Termasuk potensi Desa Pappandangan sebagai desa wisata, ketiga desa
ini menjadi sebuah desa wisata ia berharap jangan pendatang yang ambil
uang didesa akan tetapi bagaimana orang yang datang berwisata membawa
uang kedesa. Ketika berdialog dengan pihak Unasman dikataan mungkin
bagusnya nanti semua potensi sumber daya alam yang dimiliki masyarakat
masing-masng dapat dibenahi, tinggal dimana nanti kita masuk
pembinaannya agar masyarakat merasa memiliki, karena ia hawatir
jangan-jangan kedepan dana desa bergulirnya cukup singkat, sehingga
perlu menggali semua potensi desa yang ada. (*)




×


Desa Pappandangan Berbenah tiada Henti

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link