TAKALAR, BKM–Dua mantan ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Takalar masing-masing Dr Burhanuddin Baharuddin dan Natsir Ibrahim akan berjibaku dengan ketua Golkar saat ini yakni Zulkarnain Arief pada pemilu legislatif (pileg) Februari 2024 mendatang.
Keduanya dipastikan akan beradu strategi dengan Zulkarnain Arif yang telah terpilih di musyawarah daerah (musda) Golkar Takalar menggantikan Fachruddin Rangga. Sebelum Fachruddin Rangga menjadi ketua, Burhanuddin Baharuddin dan Natsir Ibrahim yang menjadi ketua Golkar Takalar.
Dr Burhanuddin Baharuddin bahkan pernah tercatat sebagai bupati periode 2012 hingga 2017 dan HM Natsir Ibrahim juga pernah tercatat sebagai wakil bupati.
Pada pemilihan bupati Takalar 2017 lalu PPP juga menjadi salah satu partai pengusung pasangan Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim.
Sebelum Burhanuddin menjabat Ketua DPD II Golkar Takalar, dia juga pernah mendapat amanah sebagai pengurus harian Golkar Sulsel dan tercatat sebagai anggota Fraksi Partai Golkar Sulsel dua periode.
Kini Burhanuddin B mendapat kepercayaan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Takalar.
Sebelumnya Natsir Ibrahim pernah maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sulsel dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Natsir yang juga pernah tercatat sebagai Ketua DPRD Takalar ini maju melalui daerah pemilihan (Dapil) Sulsel III meliputi Kabupaten Gowa dan Takalar.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulsel Imam Fauzan baru saja mengenakan jaket PPP kepada Burhanuddin Baharuddin.
Imam Fauzan memakaikan jaket PPP kepada Burhanuddin di kediaman pribadinya, BTN Cemara Hijau, Kabupaten Gowa, Sabtu (20/1) malam.
“Dengan begabungnya beliau (Burhanuddin) dengan PPP, insyaAllah akan memberikan efek positif terhadap PPP dalam mewujudkan cita-cita partai untuk kesejahteraan ummat,” kata Imam Fauzan.
Burhanuddin menambah deretan politisi baru yang telah bergabung ke PPP di bawah kepemimpinan Imam Fauzan.
Sebelumnya ada nama Andi Liu Were La Tinro, putra dari anggota DPR RI fraksi Gerindra La Tinro La Tunrung.
Ada pula nama Muhammad Ishak kader Nahdlatul Ulama sekaligus mantan caleg Golkar di Makassar.
Burhanuddin Baharuddin mengaku jika dirinya bergabung ke PPP karena panggilan Kakbah. “Ini adalah panggilan Kakbah, karena saya bukan pengurus partai lagi,” katanya.
Ditanya soal statusnya di Partai Golkar, ia mengungkapkan sudah dikeluarkan. Bahkan anaknya ikut dipecat sebagai pengurus DPD II.
“Saya tidak lagi kader Golkar, sudah dikeluarkan tidak dibutuhkan lagi di Golkar, termasuk anak saya semua dipecat jadi pengurus DPD Golkar Takalar,” kata Burhanuddin.
Ia pun memutuskan gabung karena baginya PPP adalah partai Islam dengan ideologi yang kuat.
“PPP punya hubungan emosinal yang dekat dengan para pengurus. PPP adalah lahan subur kalau di tanam bibit unggul pasti daunnya hijau dan lebat buahnya pasti banyak,”pujinya. (ira/rif/c)
