MAROS, BKM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros kembali menggelar rapat paripurna. Rapat paripurna kali ini terkait penetapan program pembentukan peraturan daerah Kabupaten Maros tahun 2022
Kemudian, Bupati Maros, Chaidir Syam melakukan penandatanganan persetujuan bersama tentang RAPBD tahun anggaran 2022.
Target pendapatan daerah tahun depan sebesar Rp1.489.682.155.614. Sedangkan belanja daerah Rp1.502.958.766.112. Atau terjadi defisit berkisar Rp13.276.610.498. Pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir, terungkap bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2022 diproyeksikan sebesar Rp295.602.440.614. Kemudian pendapatan transfer sebesar Rp1.194.079.715.000.
”Dana transfer pusat sebesar Rp1.129.975.262.000, transfer antar-daerah sebesar Rp64.104.453.000, transfer pusat terdiri dari dana perimbangan Rp1.031.059.645.000, DID sebesar Rp18.413.677, dan dana desa Rp80.501.940.000,” jelas Chaidir di sela rapat paripurna yang berlangsung pada hari Jumat (19/11).
Mantan ketua DPRD Maros itu menambahkan, belanja pada tahun 2022 direncanakan Rp1.502.958.766.112. Dari jumlah tersebut, terdiri dari belanja pegawai Rp619.793.295.950, belanja barang dan jasa Rp294.872.123.960, dan belanja hibah Rp10.000.000.000.
”Belanja modal Rp 403.548.162.402, belanja tidak terduga sebesar Rp2.500.000.000, dan belanja transfer berupa belanja bantuan keuangan Rp172.245.183.800,” kata Chaidir.
Chaidir menyebutkan, pihaknya akan fokus pada beberapa sektor. Misal pada sektor pendidikan, pihaknya akan menambah sekolah di beberapa kecamatan. ”Dengan lonjakan penduduk di Tompobulu, Mandai, dan Moncongloe, kita akan menambah Sekolah Menengah Pertama (SMP),” katanya.
Pada sektor kesehatan, pihaknya akan menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah La Palaloi. ”Kemudian persiapan pembangunan rumah sakit di Kecamatan Camba sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan. Persoalan stunting hingga TBC juga kita tuangkan di APBD,” imbuh pria 44 tahun itu.
Mantan ketua DPRD Maros itu juga akan menghidupkan kembali UMKM yang ada di Maros. ”Kita akan membuat beberapa kegiatan UMKM, seperti menghidupkan kembali sentar UMKM di Tompobulu paska-pandemi Covid-19,” ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan menyiapkan peluang kerja untuk generasi muda. ”Ini juga merupakan hal yang sangat penting. Sebab angka generasi muda di Maros sudah di atas 50 persen. Misal disektor pertanian, ada program Yes yang dapat diisi oleh petani millenial,” ucapnya. (ari/c)

