Site icon Berita Kota Makassar

500 Guru Hadiri Seminar Revolusi Mental Pendidikan

MAROS.BERITAKOTA.COM-Dalam rangka memperingati HUT Guru. Pengurus dan anggota PGRI Maros bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Maros menggelar seminar sehari dengan tema”
Revolusi mental dunia pendidikan menuju generasi berkarakter”

diikuti hampir 500 peserta guru dari tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA yang dibuka langsung Bupati Maros AS Haidir Syam dihadiri Kadis Pendidikan, Ketua PGRI, Pengawas, dan Pengurus dewan Pendidikan dan para narasumber yang berlangsung di Gedung Serbaguna Maros.Selasa (23-11-2021).

Bupati Maros, Haidir Syam mengucapkan banyak terima kasih kepada dinas pendidikan dan pengurus PGRI yang begitu besar perananya dalam membantu pemerintah dalam hal pengembangan sumber daya manusia (SDM) guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Maros.” Dengan kegiatan ini saya berharap agar pelaku pendidikan lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola pendidikan menghadapi tantang abad 21.” harap Bupati.

Dikatakan Bupati saat ini pemerintah kabupaten Maros fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Guru sangat berperan untuk mengubah cara pikir, cara kerja, dan cara hidup dalam menanamkan nilai-nilai revolusi mental di sekolah sebagai pusat perubahan.”Sangat luar biasa jika semua guru telah menanamkan nilai-nilai Revolusi Mental di sekolah sebagai pusat perubahan.” ujar Bupati.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kabupaten Maros, pada acara tersebut mengatakan,
nilai-nilai revolusi mental yang harus dimiliki para pendidik dalam hal ini guru ialah integritas, etos kerja, dan gotong-royong.
Nilai-nilai itulah yang diharapkan dapat ditularkan kepada peserta didik sehingga membentuk karakter dan akhlak peserta didik yang tidak dapat digantikan dengan teknologi. Tapi guru harus mampu menerapkan teknologi yang tepat didalam mengajar siswanya.

“Proses pendidikan dan sarana pendukung yaitu harus memberi dampak pada peningkatan kompetensi dalam dimensi pengetahuan, keterampilan dan sikap bagi peserta didik,” kata Takdir.

Takdir menjelaskan, guru adalah sosok pemberi inspiratif yang mampu menggerakkan potensi diri anak didiknya. Seorang guru telah terlatih kesabaran, keikhlasan dan tanggungjawab dalam mengisi jiwa anak didik menjadi kaya kepribadian.

“Kebanggaan guru memuncak, bila anak didiknya meraih prestasi yang membanggakan dan ini dapat kita lihat saat hasil lomba telah diumumkan panitia pada saat hari HUT Guru nanti. Namun sebaliknya kesedihannya memuncak ketika anak didiknya tidak berdaya dan kalah dalam kegiatan lomba,” kata Takdir.

Kadis juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada para pengurus PGRI Maros, panitia HUT PGRI atas karya besarnya dalam mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan lomba olah raga seni, kebersihan dan seminar yang baru saja berlangsung. Pada HUT Guru tahun ini merupakan ajang memotivasi diri untuk berkarya dan berbakti untuk kemajuan pendidikan di kabupaten Maros.

“Literasi digital harus terus dikembangkan agar anak didik dapat kita pastikan memiliki kompetensi yang sesuai dan tidak menjadi asing dengan zamannya,” sambung Takdir.

Menurutnya, digitalisasi adalah salah satu ciri era 4.0 dan abad 21. Oleh karena itu, semua pihak diminta untuk dapat menerapkan pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman.

“Pergantian zaman yang kini terus bergulir dalam dunia pendidikan tidak bisa ditolak, tapi yang harus dilakukan adalah bagaimana menyiapkan peserta didik yang berkarakter dan berakhlak mulia,” tutup Takdir.(Ari)

Exit mobile version