PARTAI Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan diprediksi akan semakin sulit mempertahankan perolehan suara dan kursinya pada pemilu legislatif (pileg) 2024 mendatang.
Selain soliditas kader yang tidak begitu mendukung, juga banyaknya politisi PAN yang telah hengkang ke Partai Ummat yang dibentuk Prof Dr Amien Rais.
Pada pemilu legislatif (pileg) 2019 lalu, PAN tinggal meloloskan 1 kadernya sebagai ketua DPRD yakni di Wajo. Meski demikian, PAN masih mempertahankan dua bupatinya yakni Amran Mahmud di Wajo serta Chaidir Syam di Maros.
Sebelumnya, kader PAN menjadi ketua di DPRD Maros dan Enrekang.
Hasil pileg lalu, Partai Golkar masih mendominasi dengan meloloskan 10 kadernya sebagai ketua DPRD di kabupaten kota, disusul oleh Nasdem dengan meloloskan 5 kadernya.
Hal menarik karena kader PPP bahkan mampu merebut posisi ketiga perolehan posisi ketua DPRD kabupaten kota dengan meloloskan empat kadernya sebagai ketua DPRD, masing-masing di Kabupaten Gowa, Bantaeng, Bulukumba dan Luwu.
Adapun Golkar menempatkan sepuluh kadernya sebagai Ketua DPRD yakni di Kabupaten Maros, Parepare, Enrekang, Tana Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur, Palopo, Soppeng, Bone dan Kepulauan Selayar.
Sementara kader Partai Nasdem merebut lima daerah yakni di Makassar, Pangkep, Barru, Sidrap dan Toraja Utara.
Diurutan keempat ditempati oleh Partai Gerindra yang merebut dua ketua masing-masing Ketua DPRD Jeneponto dan Sinjai.
Adapun Demokrat, PKS dan PAN masing-masing hanya mampu meraih satu posisi ketua. Kader Demokrat meraih posisi ketua DPRD Pinrang, kader PKS di Takalar serta kader PAN di kabupaten Wajo. (rif)
