MALILI, BKM — Sebagai wujud rasa syukur atas pemakaian perdana Masjid Raya Babussalam di Desa Tokalimbo Kecamatan Towuti, tokoh masyarakat dan tokoh agama beserta kepengurusan Masjid Raya Babussalam menggelar acara syukuran baru-baru ini.
Masjid yang berdiri kokoh di Tepian Danau Towuti merupakan bangunan masjid baru mengingat masjid sebelumnya yang tak jauh dari bangunan masjid baru ini sudah tidak memadai untuk menampung jumlah jamaah.
Acara syukuran yang dilaksanakan sebelum shalat jumat dihadiri Bupati Luwu Timur, H. Budiman, Sekkab H Bahri Suli, Kadis PUPR, Sahmuddin, Kadis PMD, Halsen dan Plt. Camat Towuti, Saenal.
Ketua Pembangunan Masjid Raya Babussalam, Hatta menjelaskan proses pembangunan masjid berlangsung selama lima tahun lebih tepatnya diawal tahun 2016. Selama itu, dana pembangunan masjid telah menelan biaya sebesar Rp. 3,7 milyar lebih.
Adapun bantuan dana pembangunan masjid selama ini berasal dari hasil swadaya masyarakat, bantuan hibah dari Pemkab Luwu Timur serta bantuan dari PT Vale Indonesia. Meski wujudnya belum selesai 100 persen, masjid sudah dapat digunakan.
Hal tersebut juga dilakukan untuk mendapatkan perhatian banyak pihak termasuk Pemkab Luwu Timur, karena masjid tersebut masih memerlukan bantuan keuangan yang lumayan besar.
“Selain bagian fisik bagian luar masjid, tempat berwudhu serta pelataran juga belum dibangun. proses pembangunan baru berjalan di kisaran 65 persen, masih sangat membutuhkan perhatian dan kepedulian berbagai pihak agar pembangunannya bisa tuntas,” pungkasnya.
Bupati Lutim H. Budiman mengapresiasi atas kekompakan dan kerjasama seluruh masyarakat, yang selama ini telah berpartisipasi baik langsung maupun tidak langsung, baik moril maupun materil sehingga bisa mendirikan masjid semegah dan sebesar ini.
“Kebersamaan untuk membangun masjid adalah perbuatan yang sangat mulia, semoga sedekah jamaah masjid ini menjadi amal jariah kelak,” ucap H. Budiman.
(rls)
